Jumat, 04 Maret 2016

Upaya Meningkatkan Perkembangan Bahasa pada Anak Kelompok B melalui Metode Bercerita



Upaya Meningkatkan Perkembangan Bahasa pada Anak Kelompok B melalui Metode Bercerita
di
RA AL MAHFUD
Tahun Ajaran 2015 – 2016
Kp. Babakan Desa : Padamukti Kec : Sukaresmi – Garut
Penelitian Tindakan Kelas

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mandiri mata kuliah Statistik
Dosen : Eri Satria ,MT
oleh :
Peti Pitriani    (13230018)
 
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
AL MUSADDADIYAH GARUT
Pendidikan guru raudhatul atfhal
Semester 6
2015-2016




KATA PENGANTAR

Alhamdulilah puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehinnga saya dapat menyelesaikan PTK yang berjudul  ‘’Upaya meningkatkan perkembangan bahasa kelompok B melalui metode bercerita ‘’ ini dengan baik.
Dalam penyusunan PTK ini,dengan kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak ,saya  telah berusaha untuk dapat memberikan yang terbaik dan sesuai dengan harapan ,walaupun didalam pembuatannya saya menghadapi kesulitan ,karena keterbatasan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang saya miliki.
Penelitian tindakan kelas harus di laksanakan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan bahasa  di kelompok B ini.
Oleh karena itu pada kesempatan ini ,saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan dorongan kepada saya. Saya menyadari bahwa dalam penulisan PTK ini terdapat banyak kekurangan ,oleh karena itu  saran dan kritik yang membangun sangat saya butuhkan agar dapat menyempurnakannya dimasa yang akan datang .Semoga apa yang di sajikan dalam PTK ini dapat bermanfaat bagi teman-teman dan pihak yang berkepentingan.


Garut,  Maret 2016
Penyusun





DAFTAR ISI
KATA  PENGANTAR...................................................................................... i
DAFTAR  ISI..................................................................................................... ii
ABSTRAK........................................................................................................ iii
BAB IPENDAHULUAN
A.    Latar Belakang......................................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah................................................................................... .2
C.     Tujuan...................................................................................................... 2
D.    Hipotesis.................................................................................................. 2
E.     Manfaat................................................................................................... 3
BAB IIPEMBAHASAN
A.     Kajian Teori................................................................................................. 4
B.     Metode Bercerita untuk meningkatkan bahasa pada anak.......................... 5
BAB  III METODE PENELITIAN
A.    Rancangan Penelitian......................................................................................11          .   
B.     Lokasi , Siklus Tindakan , dan Lamanya Penelitian.......................................11
C.     Karakteristik perkembangan bahasa setelah penelitian..................................14           
BAB  IV  HASIL  PENELITIAN
A.    Kesimpulan....................................................................................................21
B.     Saran..............................................................................................................21



ABSTRAK

Keberhasilan dalam pembelajaran tidak terlepas dari cara memberi perlakuan kepada anak. Bagi anak TK RA AL MAHFUD Kecamatan Sukaresmi mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang di  sekitanya.Kesulitan tersebut karena anak belum terbiasa berkomunikasi dengan orang lain. Faktor yang lain adalah anak ketika di rumah jarang di ajak mengobrol oleh orangtuanya.. Bertolak dari masalah tersebut diperlukan cara agar siswa dapat berani berkomunikasi lebih optimal. Melalui metode bercerita diharapkan dapat membantu pemahaman dan sekaligus meningkatkan keaktifan siswa.
Penelitian ini dilakukan pada anak TK RA AL MAHFUD Kecamatan Sukaresmi dengan jumlah siswa 20 orang. Guru pengamat dilibatkan untuk mengamati aktifitas siswa dan guru. Penelitian ini dikatakan berhasil setelah siswa mulai berani bertanya dan mau mengobrol dengan temannya serta telah terjadi peningkatan aktifitas siswa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas. Penelitian berlangsung dalam dua siklus. Tiap siklus menempuh prosedur perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.
 Dari hasil penelitian siklus I anak yang sudah berani bertanya mulai meningkat dengan keaktifan cukup. Sesuai hasil refleksi pada siklus I maka dilanjutkan pembelajaran pada siklus II. Hasil tes pada siklus II anak sudah hampir semuanya berani bertanya dan mulai berinteraksi dengan teman yang lainnya.Sesuai dengan harapan maka penelitian ini berhasil mengoptimalkan perkembangan bahasa pada siklus II
Berdasarkan penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa metode bercerita ,dapat meningkatkan kemampuan berbahasa pada anak usia dini. Metode bercerita mampu meningkatkan aktifitas anak dalam belajar. Dalam hal ini diharapkan pada setiap guru, agar metode bercerita digunakan dalam pebelajaran bahasa pada anak.
BAB   I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Keberhasilan proses pembelajaran sebagai proses pendidikan di suatu sekolah dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor-faktor yang dimaksud misalnya guru, siswa, kurikulum, lingkungan sosial, dan lain-lain. Namun dari faktor-faktor itu, guru dan siswa faktor terpenting. Pentingnya faktor guru dan siswa tersebut dapat dirunut melalui pemahaman hakikat pembelajaran, yakni sebagai usaha sadar guru untuk membantu siswa agar dapat belajar dengan kebutuhan minatnya.
Bahwa pendidikan merupakan hal yang penting dalam kehidupan manusia kiranya merupakan hal yang tak dapat dibantah. Pada kenyataanya pendidikan telah dilaksanakan semenjak adanya manusia, hakikatnya pendidikan merupakan serangkian peristiwa yang komplek yang melibatkan beberapa komponen antara lain: tujuan, peserta didik, pendidik, isi/bahan cara/metode dan situasi/lingkungan. Hubungan keenam faktor tersebut berkait satu sama lain dan saling berhubungan dalam suatu aktifitas satu pendidikan (Hadikusumo, 1995;36).
Berdasarkan penelitian yang di lakukan di RA AL MAHFUD dapat di temukan hal – hal sebagai berikut : 1) Anak – anak yang rata-rata nya anak pertama di rumah tidak ada teman untuk berkomunikasi. 2) sikap orang tua yang jarang mengajak anak mengobrol di sekolah maupun di rumah.
Berdasarkan pengamatan tersebut dapat di simpulkan bahwa anak belum terbiasa berkomunikasi dengan orang lain.
Oleh karena itu upaya untuk mengoptimalkan perkembangan bahasa pada kelompok B ini , kita dapat menerapkan metode bercerita pada pembelajaran di kelas untuk mulai membiasakan agar anak dapat berkomunikasi dengan orang lain.
B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana rencana pembelajaran dengan menggunakan metode bercerita untuk meningkatkan perkembangan bahasa pada anak di  kelompok A dan B RA AL MAHFUD ?
2.      Bagaimana pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode bercerita ?
3.      Apa saja faktor penghambat dan pendukung dalam melaksanakan pembelajaran dengan metode bercerita ?
4.      Bagaimana hasil dari pembelajaran dengan menggunakan metode bercerita ?
C.     Tujuan
Secara umum penelitian ini di lakukan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan bahasa pada anak di kelompok B di RA AL MAHFUD sedangkan secara khusus ialah :
1.      Untuk mengetahui rencana pembelajaran bahasa dengan menggunakan metode bercerita.
2.      Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran bahasa dengan menggunakan metode bercerita.
3.      Untuk mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam melaksanakan pembelajaran dengan metode bercerita.
4.      Untuk mengetahui bagaimana hasil dari pembelajaran menggunakan metode bercerita.

D.    Hipotesis
Usia dini merupakan periode awal yang paling penting dan mendasar dalam sepanjang rentang pertumbuhan serta perkembangan kehidupan manusia. Pada masa ini ditandai oleh berbagai periode penting yang fundamen dalam kehidupan anak selanjutnya sampai periode akhir perkembangannya. Salah satu periode yang menjadi ciri masa usia dini adalah The Golden Ages atau periode keemasan. periode keemasan pada masa usia dini, dimana semua potensi anak berkembang paling cepat. Oleh karena itu jika anak pada masa ini sudah mulai mendapatkan pembelajaran bahasa yang baik dengan metode bercerita yang di lakukan oleh gurunya di sekolah ,maka akan sangat besar peningkatan yang di alami oleh anak dalam bahasa . Karena pada masa ini anak akan mengalami masa meniru baik dari ucapan maupun prilaku orang di sekitarnya. Sehingga permasalahan bahasa yang terjadi pada anak kelompok B akan dapat di atasi dengan metode bercerita ini dimana anak akan selalu di ajak berkomunikasi dalam kegiatan belajar di dalam kelas oleh gurunya.
E.     Manfaat

Adapun manfaat yang dapat di peroleh dari penelitian ini yaitu :
1.      Bagi Sekolah hasil penelitian dapat membantu meningkatkan pembinaan profesional dan supervisi kepada para guru secara lebih efektif dan efisien.
2.      Bagi para guru, hasil penelitian dapat menjadi tolok ukur dan bahan                            pertimbangan guna melakukan pembenahan serta koreksi diri bagi pengembangan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas profesinya
3.      Bagi orang tua dan siswa penelitian tersebut dapat membantu meningkatkan kerja sama dalam membimbing kegiatan proses belajar di rumah.










BAB II
LANDASAN  TEORI

A.    Pengertian Perkembangan Bahasa

Perkembangan bahasa merupakan kemampuan manusia yang paling kompleks dan mengagumkan. Kemampuan bahasa anak tidak di peroleh secara tiba-tiba atau sekaligus, tetapi bertahap. Kemajuan berbahasa berjalan seiring dengan perkembangan mental, fisik, intelektual dan sosialnya.
            Bahasa merupakan alat komunikasi bagi setiap orang, termasuk anak-anak. Anak dapat mengembangkan kemampuan sosialnya (social skill) melalui berbahasa. Keterampilan bergaul dalam lingkungan sosial dimulai dengan penguasaan kemampuan berbahasa. Melalui bahasa, Anak dapat mengekspresikan pikirannya menggunakan bahasa sehingga orang lain dapat menangkap apa yang dipikirkan oleh anak dan menciptakan suatu hubungan sosial. Jadi, tidaklah mengherankan bahwa bahasa dianggap sebagai salah satu indikator kesuksesan seorang anak.
Anak yang dianggap banyak berbicara, kadang merupakan cerminan anak yang cerdas. Sebelum mempelajari pengetahuan lain, anak perlu menggunakan bahasa agar dapat memahami dengan baik. Anak akan dapat mengembangkan kemampuannya dalam bidang pengucapan bunyi, menulis, membaca yang sangat mendukung keberaksaraan di tingkat yang lebih tinggi.
Bahasa yang pertama dikenali anak adalah bahasa ibu. Maka dari itu pemerolehan bahasa merupakan proses yang berlangsung didalam otak seorang anak-anak ketika ia memperoleh bahasa pertamanya atau bahasa ibunya. Ada dua proses yang terjadi ketika anak-anak sedang memperoleh bahasa pertamanya, yaitu:proses kompetensi (penguasaan bahasa yang berlangsung tanpa disadari) dan proses performasi (kemampuan melahirkan kalimat-kalimat sendiri).

Berbagai pendapat tentang teori pengembangan bahasa dikemukakan oleh para ahli. Pemahaman akan berbagai teori pengembangan bahasa dapat memengaruhi penerapan metode implementasi terhadap pengembangan bahasa anak, sehingga diharapkan pendidik mampu mencari dan membuat bahan pengajaran yang sesuai dengan tingkat usia anak. Beberapa teori mengenai hal ini antara lain:
1. Teori “Behaviorist” oleh Skinner. Teori ini pertama kali dimunculkan oleh John B.Watson (1878-1958). Dia mengembangkan teori Stimulus-Respons Bons yang telah diperkenalkan oleh Ivan P.Pavlov yang berusaha untuk menunjukkan bagaimana belajar dapat mempengaruhi perilaku yang selama ini disangka refleksif dan tidak dapat dikendalikan. (Prof. Dr. Ratna Wilis Dahar, M.Sc, 18). Kaum behaviorisme menekankan bahwa proses perkembangan bahasa karena adanya rangsangan yang diberikan melalui lingkungan.
2. Teori “Nativist” oleh Chomsky”
Menurut Chomsky sebagai penganut nativisme, bahasa hanya dapat dikuasai oleh manusia, sedangkan binatang tidak mungkin dapat menguasai bahasa manusia.Kaum Nativis juga berpendapat bahwa bahasa adalah bawaan genetic dari lahir dan tidak ada pengaruh dari lingkungan
3. Teori “Constructive” oleh Piaget
Jean Piaget (1954) menyatakan bahwa bahasa itu bukanlah suatu ciri alamiah yang terpisah, melainkan salah satu di antara beberapa kemampuan yang berasal dari kematangan kognitif.
B.     Metode Bercerita untuk Meningkatkan Perkembangan Bahasa
Metode bercerita merupakan salah satu pemberian pengalaman belajar bagi anak TK dengan membawakan cerita kepada anak secara lisan. Cerita yang di bawakan guru harus menarik ,dan mengundang perhatian anak dan tidak lepas dari tujuan pendidikan bagi anak TK.
Bila isi cerita itu di kaitkan dengan dunia kehidupan anak TK ,maka mereka dapat memahami isi cerita itu ,mereka akan mendengarkannya dengan penuh perhatian ,dan dengan mudah dapat menangkap isi cerita.
Dunia kehidupan anak itu penuh suka cita ,maka kegiatan bercerita harus diusahakan dapat memberikan perasaan ,gembira ,lucu,dan mengasyikan.
Dunia kehidupan anak itu dapat berkaitan dengan lingkungan keluarga, sekolah ,dan luar sekolah. Kegiatan bercerita harus di usahakan menjadi pengalaman bagi anak TK yang bersifat unik dan menarik, yang menggetarkan perasaan anak , dan memotivasi anak untuk mengikuti cerita itu sampai tuntas.
Ada beberapa macam teknik bercerita yang dapat di pergunakan antara lain guru dapat membaca langsung dari buku, menggunakan ilustrasi dan buku gambar ,menggunakan papan flanel ,menggunakan boneka , bermain peran dalam suatu cerita.
Sebelum melaksanakan kegiatan bercerita ,anak – anak yang mengikuti kegiatan bercerita duduk di lantai mengelilingi bu guru duduk di kursi kecil. Anak – anak itu akan mendengarkan bu guru bercerita. Sedangkan tiga kelompok yang lain duduk di meja yang lain dengan kegiatan yang berbeda ,misalnya kelompok yang satu melakukan kegiatan menggambar ,kelompok yang satu lagi melipat kertas , dan kelompok terakhir membentuk plastisin .Anak – anak yang mendengarkan cerita pada gilirannya akan mengikuti kegiatan menggambar , melipat kertas , dan membentuk plastisin.
Dengan demikian masing –masing kelompok akan memperoleh kesempatan  melakukan kegiatan yang sama. Oleh karena itu melalui bercerita akan timbul rasa penasaran dalam diri anak sehingga anak berani bertanya dan anak dapat mengembangkan lagi bahasa yang di dengarnya dengan berkomuniksi dengan orang di sekitarnya.
Mengapa teori bercerita itu ada karena  sesuai dengan manfaat penggunaan metode bercerita bagi anak TK yang telah di kemukakan .kegiatan bercerita merupakan salah satu cara guru untuk memberi pengalaman belajar agar anak memperoleh penguasaan isi cerita yang di sampaikan lebih baik. Melalui bercerita anak mampu menyerap pesan – pesan yang di tuturkan melalui kegiatan bercerita.Penuturan yang sarat informasi atau nilai – nilai itu di hayati anak dan di terapkan dalam kehidupan sehari – hari .
Bermacam – macam nilai sosial , moral , dan agama dapat di tanamkan melalui kegiatan bercerita . Nilai – nilai sosial yang dapat di tanamkan kepada anak TK yakni bagaimana seharusnya sikap seseorang dalam hidup bersama
BAB III
METODE DAN HASIL PENELITIAN
A.    Rancangan Penelitian ( cara mengumpulkan data )
Pengumpulan data di peroleh dari data primer dimana data yang di peroleh peneliti secara langsung ( dari tangan pertama / langsung ).
Dan menggunakan metode observasi dimana pengumpulan data tidak
 hanya mengukur sikap dari responden  ( wawancara dan angket ) namun juga dapat di gunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi ( situasi dan kondisi ) secara langsung di dalam kelas.

B.     Profil Sekolah, Siklus Tindakan  dan Lamanya Penelitian

Lokasi Penelitian
RA AL MAHFUD terletak di kp. Babakan Cireundeu , desa padamukti , kecamatan sukaresmi , kabupaten Garut. Dimana ada 2 rombel yang terdiri dari rombel A dan B ,dengan di dukung oleh 4 guru yaitu 2 guru di rombel A dan 2 guru di rombel B . Fasilitas yang di miliki RA al mahfud ialah , tempat bermain , dan kantin.
Lamanya penelitian sekitar kurang lebih dua minggu
Berdasarkan kajian awal tersebut, maka perlu suatu pendekatan pembelajaran yang mampu meningkatkan situasi kelas yang kondusif, siswa terlibat aktif dalam belajar, terjadinya komunikasi dua arah.
1. Siklus I
a. Perencanaan
1)   Guru mempersiapkan materi yang akan diajarkan.
2)   Guru mempersiapkan alat berupa buku cerita
3)   Guru menugaskan kepada siswa untuk mendengarkan terlebih dahulu
b. Pelaksanaan
1)   Sebelum di mulai pelajaran anak di ajak menyanyi, untuk menumbuhkan minat belajar
2)   Anak-anak di ajak untuk memperhatikan gambar yang ada dalam buku cerita
3)   Anak-anak di ajak menceritakan kembali cerita yang telah di dengarnya tadi.
c. Pengamatan
Pengamatan terhadap siswa dilakukan dalam penerapan metode bercerita
1)   Pengamatan terhadap kerja keras anak untuk mengikat dan menceritakan kembali apa yang telah di dengarnya.
2)   Perhatian anak yang sebagian belum bisa berkonsentrasi untuk mendengarkan cerita guru
3)   Dampak perlakuan siklus I Siklus I yang diawali dengan perencanaan, tindakaan dan pengamatan berpengaruh pada diri siswa. Pengaruh tersebut dapat dilihat pada tingkat konsentrasi anak dalam mendengarkan cerita
d. Refleksi siklus I
Berdasarkan hasil pengamatan menunjukkan adanya peningkatan konsentrasi siswa meskipun ada siswa yang kurang dalam konsentrasi . Beberapa siswa masih sibuk bermain sendiri, bentuk pembelajaran yang diawali dengan menyanyi secara bersama-sama menumbuhkan minat belajar yang lebih baik, namun kekurangannya adalah bila siswa tersebut kurang suka bernyayi.

2.. Siklus II
a. Perencanaan
1)  Guru mempersiapkan materi yang akan diajarakan.
2)  Guru mengatur kelas supaya siswa dapat mengikuti pelajaran dengan baik.
3)  Guru mempersiapkan contoh gambar untuk bercerita
b. Pelaksanaan
1)  Siswa mengelompok berdasar kelompok masing-masing.
2)  Anak-anak diajak bernyanyi dan bermain untuk menumbuhkan minat belajar.
3)  Anak-anak menyebutkan gambar yang ada di buku cerita
4)  Anak-anak diajak mengulang nama gambar yang di lihatnya..
c. Pengamatan
1)   Pengamatan terhadap kerja sama siswa dalam kelompok Pengamatan dilakukan dengan melihat partisipasi siswa dalam kelompok.
2)  Pengamatan di lakukan atas kerja keras anak dalam mengingat
3)   Dampak perlakuan siklus II Siklus II diawali dengan momen refleksi siklus I, siklus II berdampak pada diri siswa yaitu dengan adanya peningkatan konsentrasi Hal tersebut dikarenakan semakin antusiasnya siswa dalam mengikuti pelajaran.
d. Refleksi
Pengamatan yang dilakukan pada siklus II yaitu partisipasi siswa terhadap kelompok menunjukkan bahwa partisipasi siswa dalam kelompok sudah bagus, meskipun masih ada satu orang siswa yang kurang dalam partisipasi kelompok
C.     KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN BAHASA
Berdasarkan hasil penelitian di RA AL MAHFUD, Kp.Babakan Cireundeu  RT 01/ RW 01 mengenai perkembangan bahasa pada anak usia 5 dan 6 tahun adalah sebagai berikut :Nama siswa , jenis kelamin , dan usia

no
Nama Siswa
Jenis Kelamin
Usia
1
Agil Maulana
L
5
2
Aldika Abdul Fatah
L
5
3
Arpi
L
5
4
Halsa
P
5
5
Helmi
P
5
6
Husni
L
5
7
Kamila Cahyani
P
5
8
Muhamad Dafa
L
5
9
Muhamad Rifki
L
6
10
Najwa
P
6
11
Nursyifa Adila
P
6
12
Raisa
P
6
13
Salsa Nabila
P
6
14
Siti Kilma Fauziah
P
6
15
Tasya
P
6
16
Tiara
P
6
17
Yesa Aulia Putri
P
6
18
Dahlia
P
6
19
Dea Mardiyah
P
6
20
Dikri Abdul Aziz
L
6








1.      Perbandingan anatara siswa laki-laki dan perempuan di RA AL MAHFUD
Jenis Kelamin


Laki-Laki
7
35%
Perempuan
13
65%
Jumlah
20
100%
 

Tabel 1.1
2.      Perbandingan antara siswa laki-laki dan perempuan yang berusia 5 tahun dan 6 tahun

Jenis kelamin
5 tahun
6 tahun
Laki-laki
25%
10%
Perempuan
15%
50%
Jumlah

20

5
2

3
10


Tabel 1.2
3.      Perbandingan antara siswa laki-laki dan perempuan usia 5 tahun dan perkembangan bahasa yang di capai anak
usia

laki-laki


perempuan


aktif
sedang
pasif
aktip
sedang
pasif
5 tahun
2
1
2
2
1
0
 


Tabel 1.3
4.      Perbandingan antara siswa laki-laki dan perempuan ,usia 6 tahun dan perkembangan bahasa yang di capai anak

Usia

laki-laki



perempuan


aktif
sedang

pasif
aktip
sedang
pasif
6 tahun
1


0
7
2
1

Tabel 1.4

5.      Perbandingan antara siswa laki-laki usia 5 dan 6 tahun serta perkembangan bahasa yang dicapainya
usia

laki-laki



aktif
sedang

pasif
5 tahun
2
1

2
6 tahun
1
1

0

Tabel 1.5

6.      Perbandingan antara siswa perempuan usia 5 dan 6 tahun serta perkembangan bahasa yang dicapainya
usia

perempuan


aktip
sedang
pasif
5 tahun
2
1
0
6 tahun
7
2
1




Tabel 1.6

7.Akumulasi dari semua jumlah siswa menurut jenis kelamin ,usia ,dan perkembangan bahasa yang dicapainya


usia

laki-laki


perempuan


aktif
sedang
pasif
aktip
sedang
pasif
5 tahun
2
1
2
2
1
0
6 tahun
1
1
0
7
2
1

7.     
Tabel 1.7

D.    PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA 5 DAN 6 TAHUN DI RA AL MAHFUD
Bahasa merupakan sarana yang paling penting dalam komunikasi manusia. Bahasa bersifat unik sekaligus bersifat universal bagi manusia. Dalam kenyataan kegiatan sehari-hari kita amati bahwa hanya manusialah yang mampu menggunakan komunikasi verbal dan kita amati pula bahwa manusia mampu mempelajarinya. Inilah yang menyebabkan tingkah laku manusia secar esensial berbeda dengan tingkah laku hewan. Tingkah laku bahasa adalah satu diantara bentuk yang paling member pada tingkah laku insani. Tingkah insane ini tergambar dengan suasana adanya pengiriman dan penerima. Penerima bias dalam bentuk pendengar atau pembaca. Jadi, keterampilan yang harus di miliki anank mencakup 4 keterampilan berbahasa yaitu menyimak atau mendengarkan, berbicara, menulis, dan membaca.
Keterampilan berbahasa tidak di kuasai dengan sendirinya oleh anak. Akan tetapi, keterampilan berbahasa akan di peroleh melalui proses pembelajaran atau memerlukan upaya pengembangan.Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan sehari-hari oleh manusia ,dengan adanya komunikasi maka kita akan dapat berinteraksi dengan orang lain. Bahasa juga merupakan lambang dari sebua negara. Maka dari itu bahasa harus di kembangkan dengan seoptimal munkin baik di lembaga sekolah maupun lingkungan sekitar. Faktor yang menjadi penghambat kurang berkembangnya bahasa pada anak usia 5 tahun adalah karna belum terbiasanya anak dalam berkomunikasi dengan orang lain. Sedangkan pada usia 6 tahun anak masih merasa malu untuk berinteraksi dengan oranglain.
Dapat disimpulkan bahwa perkembangan bahasa pada siswa di RA AL MAHFUD cukup bagus untuk jumlah siswa dari keseluruh




BAB IV
KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang di lakukan di RA AL MAHFUD dapat di simpulkan bahwa anak – anak kurang dapat berkomunikasi dengan baik karena belum terbiasa berbicara dengan orang yang baru dikenalnya dan di lingkungan sekitarnya . Dengan metode bercerita yang di lakukan guru dalam penelitian bahwa ada peningkatan dalam berbahasa pada anak , dimana anak sudah bisa mengungkapkan apa yang di lihat dan di ingatnya. Dengan konsentrasi anak yang tinggi dan cerita serta gambar yang di perlihatkan menarik anak, maka akan mampu memunculkan rasa penasaran dalam diri anak yang akhirnya anak mulai berani untuk bertanya kepada guru. Sehingga metode cerita ini dapat meningkatkan bahasa pada anak usia dini.

SARAN

Sebagai guru kita harus pandai dalam menarik minat belajar pada anak dengan menyajikan pembelajaran yang menarik dan unik untuk anak , sehingga akan tumbuh minat belajar dalam diri anak dengan sendirinya.
Dan sebagai orangtua kita harus dapat mengembangkan bahasa anak dengan di mulai dari hal yang terkecil yaitu dengan selalu mengajak anak kita untuk mengobrol , sehingga kosakata anak bertambah setiap harinya ,dengan begitu anak akan mulai percaya diri untuk berkomunikasi dengan orang lain




BAB V

DAFTAR PUSTAKA
1.      Rita kurnia. 2009. Metodologi pengembangan bahasa anak usia dini. Cendikia insani. Pekanbaru.
2.      Martini Jamaris. 2006. Perkembangan dan pengembangan anak usia taman kanak-kanak. Grasindo. Jakarta.
3.      Wilson. 2009. Konsep dasar pendidikan  anak usia dini. FKIP UNRI. Pekanbaru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar