BAB
I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Seorang anak dikatakan anak luar biasa karena ia
berbeda dengan anak-anak lainnya. Perbedaan terletak pada adanya ciri-ciri yang
khas yang menunjukkan pada keunggulan dirinya. Namun, ‘keunggulan’ tersebut
selain menjadi sebuah kekuatan dalam dirinya sekaligus menjadi ‘kelemahan’.
Yang dimaksud sebagai kelemahan di sini adalah diabaikannya ia sebagai individu
yang memiliki hak sama dalam mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan
kebutuhan dirinya.
Anak-anak berbakat memiliki potensi yang luar biasa,
baik untuk menjadi pribadi yang positif ataupun yang negatif. Hal ini
ditentukan oleh penanganan yang mereka pada masa tumbuh kembang, baik di dalam
keluarga, sekolah, maupun masyarakat di mana dia tinggal.
Mereka
adalah bibit yang siap tumbuh, sebagaimana tanaman yang merupakan bibit unggul
tidak serta merta menjadi tumbuhan yang luar biasa, karena akan bergantung pada
keadaan tanah di mana ia ditanam, bagaimana unsur haranya, mineralnya,
bagaimana pemupukan yang ia terima, penyinaran mataharinya dan lain sebagainya.
Orangtua dan pendidik seyogyanya
menyadari pentingnya pengenalan tanda-tanda anak berbakat, dengan demikian bisa
menentukan pendekatan apa yang tepat dan bagaimana cara menerapkan pada pola
didik anak yang bersangkutan.
Untuk mencapai tujuan pendidikan yang sebenarnya
tentu diperlukan partisipasi dari sang pelaku pembelajaran, yaitu siswa. Dan
guru pun harus mampu melihat bagaimana respon siswa terhadap pembelajaran.
Sebagaimana yang kita tahu bahwa motivasi, minat dan bakat siswa sangat
berperan dalam suksesnya proses pembelajaran. Semakin baik ketiga hal tersebut
dimiliki siswa maka semakin efektiflah proses pembelajaran tersebut.
B. RUMUSAN
MASALAH
1. Apa
yang di maksud dengan bakat dan minat ?
2. Apa
saja jenis-jenis bakat dan minat ?
3. Apa
saja faktor-faktor yang mempengaruhi bakat dan minat ?
4. Bagaimana
cara mengembangkan bakat dan minat
5. Apa
perbedaan dan persamaan bakat dan minat ?
C. TUJUAN
1. Untuk
mengetahui apa yang dimaksud dengan bakat dan minat.
2. Untuk
mengetahui apa saja jenis-jenis bakat dan minat.
3. Untuk
mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi bakat dan minat.
4. Untuk
mengetahui bagaimana cara mengembangkan bakat dan minat.
5. Untuk
mengetahui perbedaan dan persamaan bakat dan minat.
D. METODE
PENULISAN
1. Pendahuluan
2. Pembahasan
3. Penutup
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Bakat dan Minat
1. Pengertian
Bakat
Bakat atau aptitude merupakan kecakapan potensial
yang bersifat khusus, yaitu khusus dalam sesuatu bidang atau kemampuan
tertentu. Seseorang lebih berbakat dalam bidang bahasa sedang yang lain dalam
matematika, yang lain lagi lebih menunjukkan bakatnya dalam sejarah, dan
sebagainya.
Banyak para ahli mengemukakan tentang definisi
bakat. Diantaranya adalah menurut W. B Michael bakat merupakan suatu kapasitas
atau potensi yang belum dipengaruhi oleh pengalaman atau belajar, bakat
berkenaan dengan kemungkinan menguasai sesuatu pola tingkah laku dalam aspek
kehidupan tertentu.
Guillford memberikan definisi sedikit berbeda,
menurutnya bakat banyak sekali, sebanyak perbuatan atau aktivitas individu. Ada
tiga komponen dari bakat menurut Guillford, yaitu komponen: Intelektual,
perseptual dan psikomotor. Komponen intelektual terdiri atas beberapa aspek,
yaitu aspek pengenalan, ingatan, dan evaluasi.Komponen perseptual juga meliputi
beberapa aspek, yaitu pemusatan perhatian, ketajaman indra, orientasi ruang dan
waktu, keluasan dan dan kecepatan mempersepsi.Komponen psikomotor terdiri atas
aspek-aspek rangsangan, kekuatan dan kecepatan gerak, ketepatan, koordinasi gerak
dan kelenturan.
Bakat dapat diartikan sebagai kemampuan bawaan yang
merupakan potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih. Kemampuan adalah
daya untuk melakukan suatu tindakan sebagai hasil dari pembawaan dan latihan.
Kemampuan menunjukkan bahwa suatu tindakan dapat dilaksanakan sekarang,
sedangkan bakat memerlukan latihan dan pendidikan agar suatu tindakan dapat
dilakukan di masa yang akan datang.
Bakat memungkinkan
seseorang mencapai prestasi tertentu dalam bidang tertentu. Akan tetapi diperlukan
latihan, pengetahuan, pengalaman dan dorongan atau motivasi agar dapat tersebut
dapat terwujud. Misalnya seseorang memiliki bakat menggambar, jika ia tidak
pernah diberi kesempatan untuk mengembangkan, maka bakat tersebut tidak akan
tampak.
Jika orang tuanya menyadari bahwa ia mempunyai bakat
menggambar dan mengusahakan agar ia dapat pengalaman yang sebaik-baiknya untuk
mengembangkan bakatnya, dan anak itu juga menunjukkan minat yang besar untuk
mengikuti pendidikan menggambar, maka ia akan dapat mencapai prestasi unggul
untuk bidang tersebut.
Dalam kehidupan di sekolah sering tampak bahwa
seseorang yang bakat dalam olah raga, umumnya prestasi mata pelajarannya juga
baik, tetapi sebaliknya dapat terjadi prestasi semua mata pelajarannya tidak
baik. Keunggulan dalam salah satu bidang apakah bidang sastra, seni atau
matematika, merupakan hasil interaksi dari bakat yang dibawa sejak lahir dan
faktor lingkungan yang menunjang, termasuk minat dan motivasi.
2. Pengertian
Minat
Minat selama ini hanya dikenal dengan sebuah keinginan yang dimiliki oleh
seseorang, sehingga antara satu dengan yang lain mempunyai perbedaan dalam
keinginannya.
Minat secara bahasa diartikan dengan kesukaan,
kecenderungan hati terhadap suatu keinginan. Sedangkan arti minat menurut
istilah diartikan oleh sebagian tokoh sebagai berikut : Menurut Slamito, minat
adalah suatu perasaan cenderung lebih
cenderung atau suka kepada sesuatu hak atau aktifitas tanpa ada yang menyuruh.
Menurut Mahfud Shalahuddin, mengemukakan minat secara sederhana, minat adalah
perhatian yang mengandung unsur- unsur perasaan. Andi Mappiare berpendapat
bahwa, minat adalah suatu perangkat mental yang terdiri dari suatu campuran
dari perasaan, harapan, pendirian, prasangka takut atau kecenderungan-
kecenderungan lain yang mengarahkan individu kepada suatu pilihan tertentu.
Dari pemaparan mengenai definisi-definisi minat
diatas dapat disimpulkan bahwa, minat adalah gejala psikis yang muncul dalam
diri seseorang dan direalisasikan dengan perasaan senang dan menimbulkan
perhatian yang khusus terhadap sasaran, sehingga seseorang cenderung berupaya
untuk mencapai sasaran tersebut. Jadi untuk melihat reaksi dari gejala psikis
tersebut dapat di pastikan dari sikap,
prilaku, atau motivasi yang dimiliki oleh seseorang dalam beraktifitas.
B. Jenis-jenis
Bakat dan Minat
1. Jenis
– Jenis Bakat
Pada dasarnya, manusia memiliki beberapa
kecerdasan utama sesuai dengan pembagian kecerdasan pada otak kita. Seorang
psikolog dan ahli pendidikan dari Universitas Harvard AS yaitu Prof. Dr. Howard
Gardner merumuskan teorinya Multiple Intelligence (kecerdasan ganda/majemuk).
Berikut bisa anda simak 9 kategori kecerdasan manusia dimaksud.
1.
Kecerdasan Linguistik
Kecerdasan dalam mengolah kata-kata secara efektif
baik bicara ataupun menulis. Mereka yang memiliki kecerdasan ini akan mudah
memahami bacaan dan suka menulis, mampu mengapresiasikan apa yang dia baca,
mampu berkomunikasi dua arah. Profesi yang cocok bagi mereka seperti jurnalis,
penyair, pengacara
Ciri-ciri : Dapat
berargumentasi, meyakinkan orang lain, menghibur atau mengajar dengan efektif
lewat kata-kata, membaca dan dapat mengartikan bahasa tulisan dengan jelas
2. Kecerdasan
Matematis-Logis
Kecerdasan dalam hal angka dan logika. Mereka yang
memiliki kecerdasan ini memiliki kemampuan berpikir yang sistematis deduktif
dan induktif, mereka juga lebih cepat tanggap dengan masalah, dia bekerja
secara berurutan atau sistematis. Profesi yang cocok bagi mereka seperti
ilmuwan, akuntan, programmer.
Ciri-ciri : Mudah
membuat klasifikasi dan kategorisasi, berpikir dalam pola sebab akibat,
menciptakan hipotesis, pandangan hidupnya bersifat rasional.
3.
Kecerdasan Visual-Spasial
Kecerdasan yang mencakup berpikir dalam gambar,
serta mampu untuk menyerap, mengubah dan menciptakan kembali berbagai macam
aspek visual. Profesi yang cocok bagi mereka seperti arsitek, fotografer,
designer, pilot, insinyur.
Ciri-ciri : Kepekaan
tajam untuk detail visual, keseimbangan, warna, garis, bentuk dan ruang, mudah
memperkirakan jarak dan ruang, membuat sketsa ide dengan jelas.
4.
Kecerdasan Kinestetik-Jasmani
Kecerdasan menggunakan tubuh atau gerak tubuh untuk
mengekspresiakan gagasan dan perasaan. Orang yang yang memiliki
kecerdasan ini biasanya cepat menghafal atau meniru gerak tari yang dilihatnya,
dan tubuhnya lues dalam melakukan gerakan. Profesi yang cocok bagi mereka
seperti atlet, pengrajin, montir, menjahit, merakit model.
Ciri-ciri :
Menikmati kegiatan fisik (olahraga), cekatan dan tidak bias tinggal diam,
berminat dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan gerak dinamis.
5.
Kecerdasan Musikal
Kecerdasan untuk mengembangkan, mengekspresikan dan
menikmati bentuk musik dan suara. Orang yang memiliki kecerdasan ini biasanya
mudah menghafal lirik lagu, dan menciptakan nada-nada yang indah. Profesi yang
cocok bagi mereka seperti konduktor, pencipta lagu, penyanyi dsb.
Ciri-ciri : Peka nada
dan menyanyi lagu dengan tepat, dapat mengikuti irama, mendengar music dengan
tingkat ketajaman lebih.
6. Kecerdasan
Interpersonal
Kecerdasan untuk mengerti dan peka terhadap
perasaan, intensi, motivasi, watak dan temperamen orang lain. Mereka cenderung
memiliki kelebiah dalam gabungan antara perkembangan dan pertumbuhan tingkat
kematangan dua sisi (pribadi dan kemampuan). Profesi yang cocok bagi mereka
seperti networker, negotiator, guru.
Ciri-ciri : Menghadapi
orang lain dengan penuh perhatian, terbuka, menjalin kontak mata dengan baik,
menunjukan empati pada orang lain, mendorong orang lain menyampaikan kisahnya.
7. Kecerdasan
Intrapersonal
Kecerdasan pengetahuan akan diri sendiri dan mampu
bertidak secara adaptif berdasar pengenalan diri. Mereka juga memiliki
kemampuan memahami diri sendiri. Profesi yang tepat bagi mereka adalah konselor
dan teolog.
Ciri-ciri : Membedakan
berbagai macam emosi, mudah mengakses perasaan sendiri, menggunakan
pemahamannya untuk memperkaya dan membimbing hidupnya, mawas diri dan suka
meditasi, lebih suka kerja sendiri.
8. Kecerdasan Naturalis
Kecerdasan memahami dan menikmati alam dan
menggunakanya secara produktif dan mengembangkam pengetahuan akan alam. Mereka
juga memiliki kecerdasan melebihi orang lain dalam melatih diri secara
otodidak. Profesi yang tepat bagi yang memiliki kecerdasan ini di antaranya
petani, nelayan, pendaki, dan pemburu
Ciri-ciri : Mencintai
lingkungan, mampu mengenali sifat dan tingkah laku binatang, senang kegiatan di
luar (alam).
9. Kecerdasan
Eksistensial
Kecerdasan untuk menjawab persoalan-persoalan
terdalam eksistensi atau keberadaan manusia Kemampuan menyeimbangkan moral,
iman dan subjektifitas. Mereka cocok untuk profesi filsuf, teolog
Ciri-ciri :
Mempertanyakan hakekat segala sesuatu, mempertanyakan keberadaan peran diri
sendiri di alam/ dunia.
2. Jenis
– Jenis Minat
1. Minat vokasional
merujuk pada bidang – bidang pekerjaan.
a. Minat profesional :
minat keilmuan, seni dan kesejahteraan sosial.
b Minat komersial :
minat pada pekerjaan dunia usaha, jual beli, periklanan, akuntansi, kesekretariatan
dan lain – lain.
c. Minat kegiatan
fisik, mekanik, kegiatan luar, dan lain – lain.
2.
Minat avokasional, yaitu minat untuk memperoleh kepuasan atau hobi. Misalnya
petualang, hiburan, apresiasi, ketelitian dan lain – lain.
C.
Faktor – faktor yang mempengaruhi bakat
dan minat
1. Faktor Internal
a. Faktor Bawaan (Genetik)
Faktor ini merupakan faktor yang mendukung
perkembangan individu dalam minat dan bakat sebagai totalitas karakteristik
individu yang diwariskan orang tua kepada anak dalam segala potensi melalui
fisik maupun psikis yang dimiliki individu sebagai pewarisan dari orang tuanya.
Faktor hereditas sebagai faktor pertama munculnya bakat (Yusuf ; 2004 ; 31).
Dari segi biologi, bakat sangat berhubungan dengan
fungsi otak. Bila otak kiri dominan, segala tindakan dan verbal, intelektual,
sequensial, teratur rapi, dan logis. Sedangkan otak kanan berhubungan dengan
masalah spasial, non verbal, estetik dan artistic serta atletis.
b. Faktor kepribadian
Faktor kepribadian yaitu keadaan psikologis dimana
perkembangan potensi anak tergantung pada diri dan emosi anak itu sendiri. Hal
ini akan membantu anak dalam membentuk konsep serta optimis dan percaya diri
dalam mengembangkan minat dan bakatnya (Asror ; 1999 ; 93).
2. Faktor Eksternal
a. Faktor lingkungan
Faktor lingkungan merupakan olahan dari berbagai hal
untuk mendukung pengembangan minat dan bakat anak. Faktor lingkungan terbagi
atas :
1. Lingkungan keluarga
Lingkungan keluarga
merupakan tempat latihan atau belajar dan tempat anak memperoleh pengalaman,
karena keluarga merupakan lingkungan pertama dan paling penting bagi anak.
(Sutiono ; 1998 ; 171).
2. Lingkungan sekolah
Suatu lingkungan yang
dapat mempengaruhi proses belajar mengajar kondusif yang bersifat formal.
Lingkungan ini sangat
berpengaruh bagi pengembangan minat dan bakat karena di lingkungan ini minat
dan bakat anak dikembangkan secara intensif.
3.
Lingkungan sosial
Suatu
lingkungan yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat. Di lingkungan ini anak
akan mengaktualisasikan minat dan bakatnya kepada masyarakat.
D.Cara mengembangkan bakat dan minat
1.
Cara mengembangkan bakat
Ahli psikologi Abraham Maslow menemukan
bahwa bakat yang terlahir dalam diri seseorang pada suatu saat akan timbul
sebagai suatu kebutuhan, dan perlu mendapatkan perhatian serius. Karena itulah,
bakat perlu perhatian serius dan jangan dianggap remeh. Bila bakat seorang anak
diperhatikan dengan serius, akan sangat baik demi kemajuan masa depannya.
Apalagi bila si anak anak sudah
dibimbing pengembangan bakatnya sejak kecil. Sebagai guru yang bertanggung
jawab untuk perkembangan bakat sang anak. Harus mengetahui hal apa saja yang
perlu diperhatikan untuk pengembangan bakat anak.Berikut ini adalah beberapa
hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan bakat sang anak :
• Perhatian
Setiap
individu adalah unik karena itu setiap bakat perlu memperoleh perhatian khusus.
Sistem pendidikan yang menggunakan pola penyeragaman kurang baik untuk
digunakan. Cernatilah berbagai kelebihan, ketrampilan dan kemampuan yang tampak
menonjol pada anak.
• Motivasi
Bantu
anak dalam meyakini dan fokus pada kelebihan dirinya agar anak lebih percaya
diri. Dan tanamkanlah rasa optimis kepada mereka bahwa mereka bisa mencapainya.
• Dukungan
Dukungan
sangat penting bagi anak, selalu beri dukungan terhadap mereka dan yakinkan
mereka untuk tekun, ulet dan latihan terus menerus. Selain itu dukunglah anak
untuk mengatasi berbagai kesulitan dan hambatan dalam mengembangkan bakatnya.
• Pengetahuan
Perkaya
anak dengan berbagai wawasan, pengetahuan, serta pengalaman di bidang tersebut.
• Latihan
Latihan
terus menerus sangat baik untung perkembangan bakat anak agar bakat yang
dipunya oleh anak lebih matang. Alangkah baiknya bila anak diikutsertakan
dengan ekstra kurikuler atau beri kegiatan yang lebih agar anak bisa terus
latihan dengan bakatnya tersebut.
• Penghargaan
Berikan
penghargaan dan pujian untuk setiap usaha yang dilakukan anak.
• Sarana
Sediakan
fasilitas atau sarana yang menunjang dengan bakat anak.
• Lingkungan
Lingkungan
juga ikut mempengaruhi perkembangan bakat anak. Karena itu usahakan anak selalu
dekat dengan lingkungan yang mendukung bakat anak.
• Kerjasama
Kerja
sama antara orang tua, guru maupun anak sangat diperlukan mengingat waktu anak
di sekolah hanya sedikit dan waktu yang anak luangkan di rumah lebih banyak.
• Teladan yang baik
Mengingat
sikap anak yang selalu meniru, maka teladan yang baik sangat diperlukan.
Misalnya kenalkan anak pada sosok Taufik Hidayat bila anak berbakat dalam
bidang bulu tangkis, Utut Adianto bila anak berbakat dalam bidang catur dsb.
2. Cara
mengembangkan minat
Minat mempengaruhi proses dan hasil belajar anak
didik, karena itu guru berkewajiban untuk menumbuhkan minat belajar siswanya.
Yang dapat dilakukan guru adalah sebagai berikut:
1.Memahami kebutuhan
anak didik dan berupaya melayani kebutuhan mereka.
2 . Jangan memaksa anak
didik untuk tunduk pada kemauan guru.
3. Memberikan informasi
pada anak didik mengenai hubungan antara suatu bahan pengajaran yang akan
diberikan dengan bahan pengajaran yang lalu.
4. Menjelaskan kegunaan materi pelajaran untuk
masa yang akan datang.
5. Menghubungkan materi pelajaran dengan
peristiwa yang kontektual.
Minat yang muncul dalam
pikologis siswa merupakan sebuah gejala, sehingga munculnya minat tersebut
dipengaruhi oleh beberapa factor yang menjadi penyebabnya. Faktor tersebut
diantaraya; (a). Faktor Individu dan (b). Faktor Sosial.
E. Perbedaan
dan persamaan bakat dan minat
1. Perbedaan
bakat dan minat
Bakat
dan minat ialah tidak sama dimana bakat sebagai kemampuan bawaan yang merupakan
potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih. Sedangkan minat adalah
gejala psikis yang muncul dalam diri seseorang dan direalisasikan dengan
perasaan senang dan menimbulkan perhatian yang khusus terhadap sasaran,
sehingga seseorang cenderung berupaya untuk mencapai sasaran tersebut. Jadi
untuk melihat reaksi dari gejala psikis tersebut dapat di pastikan dari sikap, prilaku, atau
motivasi yang dimiliki oleh seseorang dalam beraktifitas.
2. Persamaan
bakat dan minat
Persamaan
diantara bakat dan minat ini yaitu perlu adanya pengembangan melalui belajar
agar kemampuan dan keinginan yang ada dapat menjadi sesuatu yang nyata. Jadi
tidak hanya sebatas kemampuan dan keinginan saja. Melainkan adanya kemajuan
atau bentuk nyata dari apa yang dimiliki dan apa yang diminati. Jika hal
tersebut diasah, maka akan menjadi sesuatu yang bermanfaat sekali untuk diri
sendiri maupun lingkungan. Namun, apabila tidak diasah, maka hanya menjadi
bakat dan minat yang terpendam. Tidak akan membuahkan hasil yang lebih dari
hanya sekedar kemampuan dan keinginan saja.
Yang
perlu kita ketahui, bakat juga harus disertai dengan minat. Kenapa begitu?
Karena adapun bakat yang luar biasa yang kita miliki namun minat kita sangat
minim terhadap hal tersebut, maka untuk pengembangannya akan menjadi sulit.
Sesungguhnya, seseorang itu menyukai hal-hal yang dianggapnya menarik untuknya
dan ia akan sangat menikmati untuk lebih mewujudkan apa yang ia sukai itu.
Contohnya, Cita sangat suka menulis. Ia mempunyai bakat dan minatnya besar
kearah menulis tersebut. Ia berlatih dan mencari pengetahuan bagaimana cara
menulis yang baik dan benar. Terbukti dari beberapa cerpen dan puisi yang
dibuatnya sangat menarik untuk dibaca. Namun Cita mempunyai adik yang sama
sepertinya, yaitu suka menulis. Tetapi hanya sekedar suka. Minat adiknya Cita
untuk lebih mengembangkan kemampuan menulisnya tidak terlalu besar. Dan adiknya
Cita lebih suka untuk mengembangkan minat yang ia sukai seperti berolahraga.
BAB
III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1.
Bakat dapat diartikan sebagai kemampuan
bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih.
Sedangkan minat adalah suatu perasaan
cenderung lebih cenderung atau suka kepada sesuatu hak atau aktifitas tanpa ada
yang menyuruh.
2.
Jenis – jenis bakat yaitu :
1.
Kecerdasan Linguistik
2.
Kecerdasan Matematis-Logis
3.
Kecerdasan Visual-Spasial
4.
Kecerdasan Kinestetik-Jasmani
5.
Kecerdasan Musikal
6.
Kecerdasan Interpersonal
7.
Kecerdasan Intrapersonal
8.
Kecerdasan Naturalis
9.
Kecerdasan Eksistensial
Jenis-jenis minat yaitu
minat avokasional dan vokasional.
3. Faktor
– faktor yang mempengaruhi bakat dan minat
1.
Faktor Internal ( faktor genetik dan faktor kepribadian )
2. Faktor Eksternal (
lingkungan )
4. Cara mengembangkan bakat dengan memberikan
1. Perhatian
2. Motivasi
3. Dukungan
4. Pengetahuan
5. Latihan
6. Penghargaan
7. Sarana
8. Lingkungan
9.Kerjasama
10.Teladan yang baik
Sedangkan
cara mengembangkan minat adalah dengan cara :
1. :memahami
kebutuhan anak
2. ,jangan
memaksa anak ,
3. memberikan informasi pada anak ,
4. memberi
tahu manfaat materi pelajaran ,
5. dan
menghubungkan materi dengan kontekstual.
5.Perbedaan bakat dan
minat
MINAT
|
BAKAT
|
1.
Lingkungan
|
1.Inheren
|
2.
Nurtural
|
2.Natural
|
3.
Orientasi pada hobi
|
3.Lepas dari aspek suka tidak suka
|
4. Mudah
berubah sesuai tren
|
4.Bersifat
permanen
|
5.Aspek
genetik lebih dominan
|
|
Persamaan
diantara bakat dan minat ini yaitu perlu adanya pengembangan melalui belajar
agar kemampuan dan keinginan yang ada dapat menjadi sesuatu yang nyata
B. SARAN
Sebagai
seorang guru kita harus paham mengenai bakat dan minat yang di miliki oleh
setiap anak ,sehingga kita dapat membantu mengembangkan bakat dan minat yang
dimiliki oleh peserta didik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar