Media Pembelajaran Animasi
Suatu medium
(jamak: media) adalah perantara/pengantar pesan dari pengirim ke penerima
pesan. Dalam kaitannya dengan pengajaran-pembelajaran, media adalah segala
sesuatu yang dapat menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima pesan sehingga
dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sehingga terjadi
proses belajar. Contoh-contohnya termasuk video, televisi, computer, diagram,
bahan-bahan tercetak, itu semua dapat dipandang media jika medium itu membawa
pesan yang berisi tujuan pengajaran (Depdiknas, 2005). Istilah media pengajaran
dalam kegiatan belajar mengajar sering disinonimkan dengan istilah media
pendidikan. Media pendidikan adalah media yang penggunaannya diintegrasikan
dengan tujuan dan isi pengajaran dan dimaksudkan untuk mempertinggi mutu
mengajar dan belajar. Pemakaian media pengajaran dalam proses belajar mengajar
dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan
rangsangan kegiatan belajar dan bahkan membawa pengaruh psikologis terhadap
siswa.
Pendapat lain
dikemukan oleh Nurhayati dan Lukman (2004) bahwa fungsi media pembelajaran
diantaranya: 1. Memperjelas dan memperkaya/ melengkapi informasi yang diberikan
secara verbal. 2. Meningkatkan motivasi dan efisiensi penyampaian informasi. 3.
Meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyampaian informasi. 4. Menambah
variasi penyajian materi. 5. Pemilihan media yang tepat akan menimbulkan
semangat, gairah, dan mencegah kebosanan siswa untuk belajar. 6. Kemudahan
materi untuk dicerna dan lebih membekas, sehingga tidak mudah dilupakan siswa.
7. Memberikan pengalaman yang lebih kongkrit bagi hal yang mungkin abstrak. 8. Meningkatkan keingintahuan (curiousity) siswa. 9. Memberikan
stimulus dan mendorong respon siswa.
Animasi
merupakan gerakan objek maupun teks yang diatur sedemikian rupa sehingga
kelihatan menarik dan kelihatan lebih hidup. Menurut Utami (2007), animasi
adalah rangkaian gambar yang membentuk sebuah gerakan. Salah satu keunggulan
animasi adalah kemampuannya untuk menjelaskan suatu kejadian secara sistematis
dalam tiap waktu perubahan. Hal ini sangat
membantu dalam menjelaskan prosedur dan urutan kejadian.
Prinsip dari
animasi adalah mewujudkan ilusi bagi pergerakan dengan memaparkan atau
menampilkan satu urutan gambar yang berubah sedikit demi sedikit pada kecepatan
yang tinggi atau dapat disimpulkan animasi merupakan objek diam yang
diproyeksikan menjadi bergerak sehingga kelihatan hidup. Animasi merupakan
salah satu media pembelajaran yang berbasis komputer yang bertujuan untuk
memaksimalkan efek visual dan memberikan interaksi berkelanjutan sehingga
pemahaman bahan ajar meningkat.
Utami (2007)
menyatakan ada tiga jenis format animasi: pertama, Animasi tanpa sistem
kontrol, animasi ini hanya memberikan gambaran kejadian sebenarnya (behavioural
realism), tanpa ada kontrol sistem. Misal untuk pause, memperlambat
kecepatan pergantian frame, Zoom in, Zoom Out, bisa jadi animasi
terlalu cepat, pengguna tidak memiliki waktu yang cukup untuk memperhatikan
detil tertentu karena tidak ada fasilitas untuk pause dan zoom in.
Kedua, Animasi dengan sistem kontrol, animasi ini dilengkapi dengan tombol kontrol. Hal ini memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan animasi dengan kapasitas pemrosesan informasi mereka. Namun kekurangannya, terletak pada pengetahuan awal (prior knowledge) atas materi yang dipelajari menyebabkan murid tidak tahu mana bagian yang penting dan harus diperhatikan guna memahami materi dan yang tidak. Seringkali murid lebih memperhatikan bagian yang tampak lebih menonjol secara perseptual. Ketiga, Animasi manipulasi langsung (Direct-manipulation Animation (DMA)). DMA menyediakan fasilitas untuk pengguna berinteraksi langsung dengan control navigasi (misal tombol dan slider). Pengguna bebas untuk menentukan arah perhatian dan kejadiannya dapat diulang.
Kedua, Animasi dengan sistem kontrol, animasi ini dilengkapi dengan tombol kontrol. Hal ini memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan animasi dengan kapasitas pemrosesan informasi mereka. Namun kekurangannya, terletak pada pengetahuan awal (prior knowledge) atas materi yang dipelajari menyebabkan murid tidak tahu mana bagian yang penting dan harus diperhatikan guna memahami materi dan yang tidak. Seringkali murid lebih memperhatikan bagian yang tampak lebih menonjol secara perseptual. Ketiga, Animasi manipulasi langsung (Direct-manipulation Animation (DMA)). DMA menyediakan fasilitas untuk pengguna berinteraksi langsung dengan control navigasi (misal tombol dan slider). Pengguna bebas untuk menentukan arah perhatian dan kejadiannya dapat diulang.
Sebagai media
ilmu pengetahuan animasi memiliki
kemampuan untuk dapat memaparkan sesuatu yang rumit atau komplek untuk
dijelaskan dengan hanya gambar dan kata-kata saja. Dengan kemampuan ini maka
animasi dapat digunakan untuk menjelaskan suatu materi yang secara nyata tidak
dapat terlihat oleh mata, dengan cara melakukan visualisasi maka materi yang
dijelaskan dapat tergambarkan.
Animasi yang
digunakan baik pada penjelasan konsep maupun contoh-contoh, selain berupa
animasi statis auto-run atau diaktifkan melalui tombol, juga bisa berupa
animasi interaktif dimana pengguna (siswa) diberi kemungkinan berperan aktif
dengan merubah nilai atau posisi bagian tertentu dari animasi tersebut. Urutan
kegiatan belajaranya dapat meliputi : melihat contoh, mengerjakan soal latihan,
menerima informasi, meminta penjelasan, dan mengerjakan soal/evaluasi (Suwarna,
2007).
Menurut Harun
dan Zaidatun (2004) animasi seperti media-media lain mempunyai peranan yang
tersendiri dalam bidang pendidikan khususnya untuk meningkatkan kualitas
pengajaran dan pembelajaran. Berikut merupakan beberapa kepentingan atau
kelebihan animasi apabila digunakan dalam bidang pendidikan: 1. Animasi mampu
menyampaikan sesuatu konsep yang kompleks secara visual dan dinamik. Ini dapat
membuat hubungan atau kaitan mengenai suatu konsep atau proses yang kompleks
lebih mudah untuk dipetakan ke dalam pikiran pelajar dan seterusnya membantu
dalam proses pemahaman. 2. Animasi digital mampu menarik perhatian pelajar
dengan mudah. Animasi mampu menyampaikan suatu pesan dengan lebih baik
dibanding penggunaan media yang lain. Pelajar juga mampu memberi ingatan yang
lebih lama kepada media yang bersifat dinamik dibanding media yang bersifat
statik. 3. Animasi digital juga dapat digunakan untuk membantu menyediakan
pembelajaran secara maya. Ini utamanya untuk keadaan dimana perkiraan
sebenarnya sukar atau tidak dapat disediakan, membahayakan ataupun mungkin
melibatkan biaya yang tinggi. 4. Animasi mampu menawarkan satu media
pembelajaran yang lebih menyenangkan. Animasi mampu menarik perhatian,
meningkatkan motivasi serta merangsang pemikiran pelajar yang lebih berkesan.
Semuanya akan membantu dalam proses mengurangkan beban kognitif pelajar dalam
menerima sesuatu materi pelajaran atau pesan yang ingin disampaikan oleh para
pendidik. 5. Persembahan secara visual dan dinamik yang disediakan oleh
teknologi animasi mampu memudahkan dalam proses penerapan konsep atau pun
demonstrasi.
Adapun
kelemahan dari media animasi ialah membutuhkan peralatan yang khusus. Materi
dan bahan yang ada dalam animasi sulit untuk dirubah jika sewaktu-waktu
terdapat kekeliruan atau informasi yang ada di dalamnya sulit untuk
ditambahkan. Animasi dapat digunakan untuk menarik perhatian siswa jika
digunakan secara tepat, tetapi sebaliknya animasi juga dapat mengalihkan
perhatian dari substansi materi yang disampaikan ke hiasan animatif yang justru
tidak penting.
Selama ini
animasi digunakan dalam media pembelajaran untuk dua alasan. Pertama, untuk
menarik perhatian siswa dan memperkuat motivasi. Animasi jenis ini biasanya
berupa tulisan atau gambar yang bergerak-gerak, animasi yang lucu, aneh yang
sekiranya akan menarik perhatian siswa. Animasi ini
biasanya tidak ada hubungan dengan materi yang akan diberikan kepada murid.
Fungsi yang kedua adalah sebagai sarana untuk memberikan pemahaman kepada murid
atas materi yang akan diberikan (Utami, 2007). Animasi teks (tulisan) merupakan salah satu bagian animasi yang dapat
diimplementasikan untuk menambahkan efek animasi dan mempercantik tampilan
paket bahan ajar multimedia yang akan dikembangkan (Adri, 2008). Untuk menjalankan animasi diperlukan program khusus (Softwore) salah satunya adalah program Adobe flash.
Penelitian
tentang media animasi pernah dilakukan oleh Rusdianto (2008), dengan judul
pengaruh penggunaan media animasi pada model pembelajaran langsung terhadap
hasil belajar biologi siswa kelas XI MA Negeri Model Makassar pada konsep
sistem pencernaan makanan. Dan menggunakan
kelas control dan kelas eksperimen. Pada kelas eksperimen digunakan media
animasi sedangkan kelas kontrol menggunakan media transparansi, yang
masing-masing dilaksanakan empat kali pertemuan. Pada pertemuan terakhir
diberikan evaluasi berupa tes tertulis untuk melihat pengaruh penggunaan media terhadap hasil belajar
siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil analisis deskriptif, nilai
rata-rata hasil belajar biologi siswa kelas eksperimen adalah 83,0 sedangkan
pada kelas kontrol sebesar 66,4. Jadi ada pengaruh penggunaan media animasi
dalam pembelajaran langsung terhadaphasil belajar biologi siswa kelas XI MA
Negeri Model Makassar, dimana hasil belajar siswa kelas eksperimen yang
menggunakan media animasi lebih tinggi dibandingkan hasil belajar kelas
kontrol.