Kamis, 24 Maret 2016

PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah

Dalam Undang – Undang Republik Indonesi No.20 Tahun 2003 BAB 1 pasal 1 ayat 1 bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktip mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan ,pengendalian diri ,kepribadian ,kecerdasan ,ahlak mulia secara keterampilan yang diperlukan dirinya ,masyarakat bangsa dan negara.
Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Ini dibuktikan antara lain dengan data UNESCO (2000) tentang peringkat Indeks Pengembangan Manusia (Human Development Index), yaitu komposisi dari peringkat pencapaian pendidikan, kesehatan, dan penghasilan per-kepala yang menunjukkan bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun. Di antara 174 negara di dunia, Indonesia menempati urutan ke-102 (1996), ke-99 (1997), ke-105 (1998) dan ke-109 (1999).
Menurut survei Political and Economic Risk Consultant (PERC), kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Posisi Indonesia berada di bawah Vietnam. Data yang dilaporkan The World Economic Forum Swedia (2000), Indonesia memiliki daya saing yang rendah, yaitu hanya menduduki urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvei di dunia. Dan masih menurut survei dari lembaga yang sama, Indonesia hanya berpredikat sebagai follower bukan sebagai pemimpin teknologi dari 53 negara di dunia. Kualitas pendidikan Indonesia yang rendah itu juga ditunjukkan data Balitbang (2003) bahwa dari 146.052 SD di Indonesia ternyata hanya delapan sekolah saja yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Primary Years Program (PYP).
Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia tentu tidak lepas dari peran dan kinerja seorang guru sebagai pengembang segala potensi yang ada pada anak, disebabkan pendidik (guru) adalah seorang yang langsung bersinggungan dengan peserta didik. Pada dasarnya keberhasilan pelaksanaan pendidikan lebih banyak disebabkan faktor guru. Oleh sebab itu, untuk kali ini penyusun akan mencoba memaparkan, menjelaskan, serta menyajikan pembahasan yang berjudul “PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN”.

B.     Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah pembahasan ini diantaranya:
1.        Bagaimana peran guru sebagai pendidik ?
2.        Bagaimana peran guru sebagai pengajar ?
3.        Bagaimana peran guru sebagai pembimbing ?
4.        Bagaimana peran guru sebagai pelatih ?
5.        Bagaimana peran guru sebagai penasehat ?
6.        Bagaimana peran guru sebagai model dan teladan ?
7.        Bagaimana peran guru sebagai inovator ?
8.        Bagaimana peran guru sebagai motivator ?
9.        Bagaimana peran guru sebagai pembawa cerita ?
10.    Bagaimana peran guru sebagai emansipator ?

C.    Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan ini diantaranya:
1.      Untuk mengetahui peran guru sebagai pendidik;
2.      Untuk mengetahui peran guru sebagai pengajar;
3.      Untuk mengetahui peran guru sebagai pembimbing;
4.      Untuk mengetahui peran guru sebagai pelatih;
5.      Untuk mengetahui peran guru sebagai penasehat;
6.      Untuk mengetahui peran guru sebagai model dan teladan;
7.      Untuk mengetahui peran guru sebagai inivator;
8.      Untuk mengetahui peran guru sebagai motivator;
9.      Untuk mengetahui peran guru sebagai pembawa cerita;
10.  Untuk mengetahui peran guru sebagai emansipator.

D.    Manfaat Penulisan
Adapun manfaat penulisan ini diantaranya:
1.  Agar mahasiswa mengetahui peran guru sebagai pendidik;
2.  Agar mahasiswa mengetahui peran guru sebagai pengajar;
3.  Agar mahasiswa mengetahui peran guru sebagai pembimbing;
4.  Agar mahasiswa mengetahui peran guru sebagai pelatih;
5.  Agar mahasiswa mengetahui peran guru sebagai penasehat;
6.  Agar mahasiswa mengetahui peran guru sebagai model dan teladan;
7.  Agar mahasiswa mengetahui peran guru sebagai inivator;
8.  Agar mahasiswa mengetahui peran guru sebagai motivator;
9.  Agar mahasiswa mengetahui peran guru sebagai pembawa cerita;
10.            Agar mahasiswa mengetahui peran guru sebagai emancipator.

E.     Metode Penulisan
Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah metode deskriptif analitik, yakni dengan mengungkapkan masalah-masalah yang dikaji kemudian dianalisis berdasarkan pengetahuan teoritik penulis. Teknik penulisan yang digunakan adalah kajian kepustakaan.




BAB II
KAJIAN TEORI
            Guru sebagai pelaku utama dalam penerapan program pendidikan di sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Dalam proses belajar mengajar, guru mempunyai tugas untuk mendorong, membimbing, dan memberi fasilitas belajar bagi murid-murid untuk mencapai tujuan. Guru mempunyai tanggung jawab untuk melihat segala sesuatu yang terjadi dalam kelas untuk membantu proses perkembangan anak. Pendidik adalah orang yang mengajar dan membantu siswa dalam memecahkan masalah pendidikannya. Sedangkan menurut kajian Islam, menurut  Imam al-Ghazali guru/pendidik adalah orang yang berusaha membimbing, meningkatkan, menyempurnakan, segala potensi yang ada pada peserta didik. Serta membersihkan hati peserta didik agar bisa dekat dan berhubungan dengan Allah SWT.
            Pendidik/guru di indonesia sendiri lebih dikenal dengan istilah pengajar, adalah tenaga kependidian yang berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan dengan tugas khusus sebagi profesi pendidik. pendidik adalah orang-orang yang dalam melaksanakan tugasnya akan berhadapan dan Perinteraksi langsung dengan para peserta didiknya dalam suatu proses yang sistematis, terencana, dan bertujuan.
            Peran utama seorang guru adalah menyampaikan ilmu pengetahuan sebagai warisan kebudayaan masa lalu yang dianggap berguna sehingga harus dilestarikan. Guru mempunyai peran yang sangat penting dalam proses pembelajaran, bagaimana pun hebatnya teknologi, peran guru akan tetap diperlukan. Teknologi yang konon bisa memudahkan manusia mencari, mendapatkan informasi, dan pengetahuan, tidak mungkin dapat mengganti peran seorang guru.
Dalam keseluruhan kegiatan pendidikan, guru merupakan penentu keberhasilan pendidikan. Sejalan dengan tugas utamanya sebagai pendidik di sekolah, guru melakukan tugas-tugas kinerja pendidikan dalam bimbingan, pengajaran, dan latihan. Semua kegiatan itu sangat terkait dengan upaya pengembangan para peserta didik melalui keteladanan, penciptaan lingkungan pendidikan yang kondusif, membimbing, mengajar, dan melatih peserta didik. Dengan perkembangan dan tuntutan yang berkembang dewasa ini, peran-peran guru mengalami perluasan, yaitu sebagai pelatih, konselor, manajer pembelajaran, partisipan, pemimpin, dan pembelajar. Menurut Drs. H. Abu Ahmadi dan Drs. Widodo Supriyono, peran guru dalam proses belajar berpust pada :
a. Mendidik anak dengan memberikan pengarahan dan motivasi untuk mencapai tujuan, baik tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang;
b.  Memberi fasilitas, media, pengalaman belajar yang memadai;
c. Membantu mengembangkan aspek-aspek kepribadian siswa, seperti sikap, nilai-nilai, dan penyesuaian diri.
Demikianlah dalam proses belajar mengajar, guru tidak terbatas hanya menyampaikan ilmu pengetahuan saja akan tetapi lebih dari itu, ia bertanggung jawab akan keseluruhan perkembangan kepribadian murid. Ia harus mampu menciptakan proses belajar yang sedemikian rupa, sehingga dapat merangsang murid untuk belajar aktif dan dinamis dalam memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan.
Mengingat peranannya yang begitu penting, guru merupakan komponen paling menentukan dalam sistem pendidikan secara keseluruhan, seperti yang di ungkapkan oleh Brand dalam Educational Leadership menyatakan bahwa hampir semua usaha reformasi pendidikan seperti pembaharuan kurikulum dan metode pembelajaran, semua bergantung kepada guru.

BAB III
PEMBAHASAN
PERAN  GURU  DALAM  PEMBELAJARAN
Dalam Standar Nasional Pendidikan ( SNP ) Pasal 28 ,di kemukakan bahwa : “ Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran ,sehat jasmani dan rohani ,serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional”
A.    Guru Sebagai Pendidik

Dalam Undang – Undang Guru ( pasal 1 ayat 1 ) dinyatakan bahwa : Guru adalah pendidik  profesional dengan tugas utama mendidik ,mengajar ,membimbing ,mengarahkan ,melatih ,menilai ,dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini ,jalur pendidikan formal ,pendidikan dasar ,dan menengah. Serta pendidik dalam Undang – Undang Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 di definisikan dengan tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru ,dosen ,konselor ,tutor , instruktur , fasilitator dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya serta berpaertisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan.
Peran guru sebagai pendidik merupakan peran – peran yang berkaitan dengan tugas – tugas memberi bantuan dan dorongan ( suporter ) , tugas – tugas pengawasan dan pembinaan ( supervisor ) serta tugas – tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak agar anak itu menjadi patuh terhadap aturan – aturan sekolah dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat. Tugas ini berkaitan dengan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak untuk memperoleh pengalaman – pengalaman lebih lanjut. Oleh karena itu guru dapat disebut pendidik ,guru sebagai penanggung jawab mendisiplinkan anak harus mengontrol setiap aktivitas anak – anak agar tinakah laku anak tidak menyimpang dengan norma – norma yang ada.
Menurut Abdurrahman An Nahlawi, dalam bukunya yang berjudul Pendidikan Islam di Rumah, Sekolah, dan Masyarakat, agar seorang guru dapan menjalankan fungsinya sebagai pendidik, maka ia harus memiliki sifat-sifat berikut ini:
1.      Setiap pendidik harus memiliki sifat rabbani, yaitu memiliki ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa;
2.      Seorang guru hendaknya menyempurnakan sifat rabbaniahnya dengan keikhlasan;
3.      Seorang pendidik hendaknya mengajarkan ilmunya dengan sabar;
4.      Seorang pendidik harus memiliki kejujuran dengan menerapkn apa yang dia ajarkan dalam kehidupan pribadinya;
5.      Seorang guru harus senantiasa meningkatkan wawasan, dan pengetahuannya;
6.      Seorang pendidik harus cerdik dan terampil dalam menciptakan metode pengajaran yang variatif serta sesuai dengan situasi dan materi pelajaran;
7.      Seorang guru harus mampu bersikap tegas dan meletakkan sesuatu sesuai proporsinya;
8.      Seorang guru dituntut untuk memahami psikologi anak didiknya;
9.      Seorang guru dituntut untuk peka terhadap fenomena kehidupan sehingga dia mampu memahami berbagai kecenderungan dunia beserta dampak dan akibatnya terhadap anak didik;
10.  Seorang guru dituntut untuk memiliki sikap adil terhadap seluruh anak didiknya.

B.     Guru Sebagai Pengajar

Guru adalah seseorang yang pekerjaannya mengajar .Maka , dalam hal ini guru yang di maksudkan adalah guru yang memberi pelajaran atau memberi materi pelajaran pada sekolah – sekolah formal dan memberikan pelajaran materi yang di wajibkan kepada semua siswanya berdasarkan kurikulum yang ditetapkan. Guru harus bertanggung jawab atas hasil kegiatan belajar anak melalui interaksi belajar mengajar. Guru merupakan faktor yang mempengaruhi berhasil atau tidaknya proses belajar dan karenanya guru harus menguasai prinsip – prinsip belajar disamping menguasai materi yang akan diajarkan. Dengan kata lain guru harus mampu menciptakan suatu kondisi belajar yang sebaik – baiknya. Kegiatan belajar peserta didik dipengaruhi oleh berbagai faktor ,diantaranya :
1.         Motivasi;
2.         Kematangan ( hubungan peserta didik dengan guru );
3.         Tingkat kebebasan;
4.         Rasa aman;
5.         Keterampilan guru dalamberkomunikasi.
Dalam pembelajaran guru bertindak sebagai fasilitator dan motivator yang bersikap akrab dengan penuh tanggung jawab serta memperlakukan peserta didik sebagai mitra dalam menggali dan mengolah informasi menuju tujuan belajar mengajar yang telah direncanakan.
Ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam pembelajaran , yaitu :
1.      Membuat ilustrasi;
2.      Bertanya dan merespon;
3.      Menciptakan kepercayaan;
4.      Memberikan pandangan yang bervariasi;
5.      Menyediakan media untuk mengkaji materi;
6.      Menyesuaikan metode pembelajaran.

C.    Guru Sebagai Pembimbing

Bimbingan adalah proses pemberian bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri secara maksimum terhadap sekolah ,keluarga ,serta masarakat.  Guru sebagai Pembimbing memberi tekanan kepada tugas, memberikan bantuan kepada siswa dalam pemecahan masalah yang dihadapinya. Tugas ini merupakan aspek mendidik, sebab tidak hanya berkenaan dengan pengetahuan, tetapi juga menyangkut pengembangan kepribadian dan pembentukan nilai-nilai para siswa.
Guru dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan, yang berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya bertanggungjawab atas kelancaran perjalanan itu. Dalam hal ini, istilah perjalanan tidak hanya menyangkut fisik tetapi juga perjalanan mental, emosional, kreatifitas, moral dan spiritual yang lebih dalam dan kompleks. Dalam keseluruhan proses pendidikan guru merupakan faktor utama, sehubungan dengan peranannya sebagai pembimbing, seorang guru harus :
1.    Mengumpulkan data tentang siswa;
2.    Mengamati tingkah laku siswa dalam kegiatan sehari – hari;
3.    Mengenal siswa yang memerlukan bantuan khusus;
4.    Mengadakan pertemuan atau hubungan dengan orangtua siswa baik secara individu maupun kelompok untuk memperoleh saling pengertian tentang pendidikan anak;
5.    Bekerjasama dengan lembaga dan masyarakat lainnya untuk membantu memecahkan masalah siswa;
6.    Membuat catatan pribadi siswa serta menyiapkannya dengan baik;
7.    Menyelenggarakan bimbingan kelompok atau individu;
8.    Menyusun program bimbingan sekolah bersama – sama dengan petugas bimbingan lainnya;
9.    Meneliti kemajuan siswa baik di sekolah atau di luar sekolah.

D.    Guru Sebagai Pelatih

Proses pendidikan dan pembelajaran memerlukan latihan keterampilan, baik intelektual maupun motorik, sehingga menuntut guru untuk bertindak sebagai pelatih. Karena tanpa latihan tidak akan mampu menunjukkan penguasaan kompetensi dasar, dan tidak akan mahir dalam berbagai keterampilan yang dikembangkan sesuai dengan materi standar. sebagai pelatih, guru memberikan peluang yang sebesar-besarnya bagi peserta didik untuk mengembangkan cara-cara pembelajarannya sendiri sebagai latihan untuk mencapai hasil pembelajaran yang optimal.
Guru harus berperan sebagai pelatih , yang bertugas untuk melatih peserta didik dalam pembentukan kompetensi dasar ,sesuai dengan kompetensi masing – masing. Pelatihan yang dilakukan , disamping harus memperhatikan kompetensi dasar dan materi standar, juga harus mampu memperhaikan perbedaan individual peserta didik , dan lingkungannya.Untuk itu guru harus banyak tahu, meskipun tidak mencangkup semua hal secara sempurna ,karena hal itu tidaklah mungkin.

E.     Guru Sebagai Penasehat
Dalam setiap langkah kehidupan, manusia tidak terlepas dari masalah karena masalah adalah bagian dari manusia yang hidup. Begitu pula halnya dengan peserta didik. Seringkali peserta didik mengalami kesulitan-kesulitan, seperti kesulitan belajar, kesulitan memecahkan masalah pribadi, kesulitan memecahkan masalah sosial, kesulitan mengambil keputusan, kesulitan menemukan jati diri, dan sebagainya. Kesulitan tersebut pasti akan mempengaruhi proses pembelajaran dan menentukan hasil dalam pencapaian tujuan. Untuk itu seorang guru harus bertindak sebagai konsultan yang siap memberikan nasihat kepada peserta didik.
Setiap guru harus berperan sebagai penasihat ketika peserta didik memerlukannya, kapan dan dimanapun guru berada. Hal ini dikarenakan guru adalah sebagai pen-transfer nilai-nilai dan norma yang harus menunjukkan identitasnya sebagai guru. Peran guru sebagai penasihat ini sangat diperlukan sekali, apalagi ketika di sekolah tidak ada guru Bimbingan dan Konseling.
Guru adalah seorang penasehat bagi peserta didik ,bahkan bagi orangtua ,meskipun mereka tidak memiliki latihan khusus sebagai penasehat dan dalam beberapa hal tidak berharap untuk menasehati orang lain. Menjadi guru pada tingkat manapun berarti menjadi penasihat dan menjadi orang kepercayaan ,kegiatan belajarpun meletakkannya pada posisi tersebut. Peserta didik senantiasa berhadapan dengan kebutuhan untuk membuat keputusan ,dan dalam prosesnya akan lari kepada gurunya. Dan makin efektif guru menangani setiap permasalahan ,makin banyak kemungkinan peserta didik berpaling kepadanya untuk mendapatkan nasihat dan kepercayaan diri.

F.     Guru Sebagai Model dan Teladan

Guru merupakan model dan teladan bagi para peserta didik dan semua orang yang menganggap dia sebagai guru. Sebagai teladan ,tentu saja pribadi dan apa yang dilakukan guru akan mendapat sorotan peserta didik serta orang dilingkungan sekitarnya yang menganggap dan mengakuinya guru.
Ada beberapa hal yang mendapat perhatian guru dalam perannya  sebagai model dan teladan yaitu:
1.      Gaya kebiasaan guru bekerja;
2.      Sikap guru melalui pengalaman dan kesalahan yang dilakukan;
3.      Penggunaan gaya bahasa guru dalam berbicara;
4.      Pakaian yang menampakkan ekspresi seluruh kepribadian;
5.      Hubungan kemanusiaan (dalam hal pergaulan, intelektual moral terutama bagaimana, berperilaku);
6.      Proses berpikir dalam hal menghadapi dan memecahkan masalah, dalam hal pengambilan keputusan, kesehatan (semangat, sikap tenang, antusias dll).

G.    Guru Sebagai Inovator

Inovator merupakan suatu pembaharuan dan pengembangan sistem ilmu pengetahuan ,jadi guru sebagai inovator dalam pembelajaran merupakan suatu usaha kegiatan untuk menjadikan siswa lebih baru dan berkembang dalam proses belajar mengajar ,sebagai seorang inovator guru profesional selalu mempunyai ide – ide segar demi kemajuan pembelajarannya dan anak didiknya.Ia selalu tak pernah kehabisan ide untuk menemukan starategi ,metode atau cara – cara baru ,bahkan konsep – konsep baru dalam pembelajaran.

H.    Guru Sebagai Motivator

Motivasi merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, karena peserta didik akan sungguh-sungguh belajar apabila memiliki motivasi yang tinggi. Pembangkitan nafsu atau selera belajar  ini sering di sebut juga motivasi belajar.
Callahan and Clark ( 1988 ) mengemukakan bahwa  motivasi adalah tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah suatu tujuan tertentu. Dengan motivasi akan tumbuh dorongan untuk melakukan sesuatu dalam kaitannya untuk mencapai tujuan.
Dalam proses pembelajaran peserta didik terkadang tidak memiliki motivasi belajar. Motivasi dapat menyebabkan terjadinya suatu perubahan energi yang ada pada diri manusia baik yang menyangkut kejiwaan, perasaan ,maupun emosi dan kemudian bertindak untuk mencapai tujuan. Sebagai motivator , guru harus mampu membangkitkan motivasi belajar ,dengan memperhatikan prinsip- prinsip sebagai berikut :
1.      Peserta didik akan bekerja keras kalau memiliki minat dan perhatian terhadap pekerjaannya;
2.      Memberikan tugas yang jelas dan dapat di mengerti;
3.      Memberikan penghargaan terhadap hasil kerja dan prestasi peserta didik;
4.      Menggunakan hadiah ,dan hukuman secara efektif dan tepat guna;
5.      Memberikan penilaian yang adil dan transfaran
Sehubungan dengan motivasi Maslow menyusun suatu teori tentang kebutuhan manusia yang bersifat hirarkis dan dikelompokan menjadi 5 tingkat, yaitu :
a.         Kebutuhan fisiologis ,yaitu kebutuhan utama yang biasa di kenal dengan kebutuhan dasar . Kebutuhan ini paling rendah tingkatannya dan memerlukan pemenuhan yang mendesak ,misalnya makan, minuman ,air ,dan udara.
b.         Kebutuhan rasa aman ,yaitu suatu kebutuhan yang mendorong individu untuk memperoleh ketentraman, kepastian ,keteraturan dari keadaan lingkugannya. Misalnya kebutuhan akan pakaian,tempat tinggal ,dan perlindungan atas tindakan yang sewenang – wenang.
c.         Kebutuhan kasih sayang ,yaitu kebutuhan ini mendorong individu untuk mengadakan hubungan afektif atau ikatan emosional dengan individu lain , baik dengan yang sesama jenis maupun yang berlawanan jenis, di lingkungan keluarga atau pun lingkungan masyarakat ,misalnya rasa di sayangi ,di terima ,dan di butuhkan oleh orang lain.
d.        Kebutuhan akan rasa harga diri ,yaitu kebutuhan ini terdiri dari 2 bagian . Pertama adalah penghormatan atau penghargaan dari diri sendiri ,dan kedua adalah penghargaan dari orang lain. Misalnya hasrat untuk memperoleh kekuatan pribadidan mendapat penghargaan atas apa-apa yang di lakukannya.
e.         Kebutuhan akan aktualisasi diri ,yaitu merupakan kebutuhan yang paling tinggi dan akan muncul apabila keburuhan yang ada di bawahnya sudah terpenuhi dengan baik. Misalnya seorang pemusik menciptakan komposisi musik atau seorang ilmuan menemukan suatu teori yang berguna bagi kehidupan. Aktualisasi merupakan realisasi potensi yang di miliki ,yaitu latihan untuk menyalurkan bakat hingga mencapai batas akhir.
Dalam hubungannya dengan peningkatan kualitas pembelajaran ,teori Maslow ini dapat di gunakan sebagai pegangan untuk melihat dan mengerti mengapa :
a)      Peserta didik yang lapar, sakit atau kondisi fisiknya tidak baik tidak memiliki motivasi untuk belajar;
b)      Peserta didik lebih senang belajar dalam suasana yang menyenangkan;
c)      Peserta didik yang merasa di senangi ,di terima oleh teman atau kelomponya akan memiliki minat belajar yang lebih di banding dengan peserta didik yang di abaikan atau di kucilkan;
d)     Keinginan peserta didik untuk mengetahui dan memahami sesuatu tidak selalu terpenuhi.
Ada beberapa cara yang dapat memotivasi dan membangkitkan nafsu belajar, diantaranya:
a)      Peserta didik akan belajar lebih giat apabila topik yang di pelajarinya menarik ,dan berguna bagi dirinya;
b)      Tujuan pembelajaran harus di susun dengan jelas dan di informasikan kepada peserta didik sehingga mereka mengetahui tujuan belajar;
c)      Peserta didik harus selalu di beritahu tentang kompetensi dan hasil belajarnya;
d)     Pemberian fujian dan hadiah lebih baik dari pada hukuman,namun sewaktu – waktu hukuman juga di perlukan;
e)      Manfaatkan sikap ,cita – cita,rasa ingin tahu dan ambisi peserta didik;
f)       Usahakan untuk memperhatikan perbedaan individual peserta didik, misalnya perbedaan kemampuan ,latar belakang dan sikap terhadap sekolah atau subjek tertentu;
g)      Usahakan untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dengan jalan memperhatikan kondisi fisik, memberikan rasa aman ,menunujukan bahwa guru memperhatikan mereka ,mengatur pengalaman belajar sedemikian rupa sehingga setiap peserta didik pernah memperoleh kepuasan dan penghargaan, serta mengarahkan pengalaman belajar ke arah keberhasilan, sehingga mencapai prestasi dan mempunyai kepercayaan diri.
                                                 




I.       Guru Sebagai Pembawa Cerita

Sudah menjadi sifat manusia untuk mengenal diri dan menanyakan keberadaannya serta bagaimana berhubungan dengan keberadaannya itu .Tidak mungkin bagi manusia hanya muncul dalam lingkunganny
Dan berhubungan dengan lingkungan, tanpa mengetahui asal usulnya. Semua itu di peroleh melalui cerita, guru tidak takut menjadi alat untuk menyampaikan cerita – cerita tentang kehidupan ,karena ia tahu sepenuhnya bahwa cerita itu sangat bermanfaat bagi manusia. Cerita adalah cermin yang bagus dan merupakan tongkat pengukur. Dengan cerita manusia bisa mengemati bagaimana memecahkan masalah yang sama dengan yang di hadapinya ,menemukan gagasan dan kehidupan yang nampak di perlukan oleh manusia lain, yang bisa di sesuaikan dengan kehidupan mereka. Guru berusaha mencari cerita untuk membangkitkan gagasan kehidupan di masa mendatang.
            Sebagai pendengar, peserta didik dapat mengidentifikisi watak-watak pelaku yang ada dalam cerita, dapat secara objektif menganalisis, menilai manusia, kejadian-kejadian dan pikiran-pikiran. Mereka bisa jatuh cinta dan menguji kemampuannya untuk mencintai, dapat membenci, dapat mengetahui kekuatan yang menghancurkan rasa benci, memimpikan dan mengetahui baiknya harapan serta tidak enaknya kekecewaan. Sehingga mampu menggunakan kejadian di masa lalu untuk menginterpretasikan kejadian sekarang dan yang akan datang. Jadi guru diharapkan mampu membawa peserta didik mengikuti jalannnya cerita dengan berusaha membuat peserta didik memiliki pandangan yang rasional terhadap sesuatu.
            Pembawa cerita yang baik mengandalkan kemampuan dan menyadari keterbatasan fisiknya agar mampu mendapatkan keefektifan yang maksimal. la memahami kemampuan suaranya dan tahu bagaimana menggunakannya, mampu memvariasikan irama dan volume suara, memilih waktu pelompatan cerita, mengolah ide yang diperlukan, serta menggunakan kata-kata secara tepat dan jelas.

J.      Guru Sebagai Emansipator

Emansipasi ( emansipator ) adalah pembebasan kaum budak menjadi kaum yang merdeka. Dengan katalain emansipasi adalah persamaan hak. Sebagai kaum pendidik ,guru seharusnya menyadari bahwa di dalam tugasnya terkandung unsur keadilan, penggugah semangat peserta didik dan penerang dalam kegelapan generasi masa depan. Dengan modal memahami potensi peserta didik ,menghormati setiap insan ,guru hendaknya menyadari bahwa kebanyakan manusia merupakan budak stagnasi kebudayaan.
Dengan kecerdikannya , guru mampu memahami potensi setiap insan dan menyadari kebanyakan insan merupakan “budak” stagnasi kebudayaan . Ketik masyarakat membicarakan rasa tidak senang kepada peserta didik tertentu guru harus mengenal kebutuhan peserta didik tersebut akan pengalaman ,pengakuan dan dorongan.
Guru mengetahui bahwa pengalaman ,pengakuan dan dorongan sering kali membebaskan peserta didik dari “self image” yang tidak menyenangkan ,kebodohan dan dari perasaan tertolak dan rendah diri. Guru telah melaksanakan peran sebagai emansipator ketika peserta didik yang di campakan secara moril dan mengalami berbagai kesulitan di bangkitkan kembali menjadi pribadi yang percaya diri. Ketika peserta didik hampir putus asa, diperlukan ketelatenan, keuletan dan seni memotivasi agar timbul kembali kesadaran, dan bangkit lagi harapannya.






BAB  III
PENUTUP

A.    Kesimpulan

1.         Peran guru sebagai pendidik merupakan peran – peran yang berkaitan dengan tugas – tugas memberi bantuan dan dorongan ( suporter ) , tugas – tugas pengawasan dan pembinaan ( supervisor ) serta tugas – tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak agar anak itu menjadi patuh terhadap aturan – aturan sekolah dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat.
2.      Guru adalah seseorang yang pekerjaannya mengajar .Maka , dalam hal ini guru yang di maksudkan adalah guru yang memberi pelajaran atau memberi materi pelajaran pada sekolah – sekolah formal dan memberikan pelajaran materi yang di wajibkan kepada semua siswanya berdasarkan kurikulum yang ditetapkan
3.      Bimbingan adalah proses pemberian bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri secara maksimum terhadap sekolah ,keluarga ,serta masarakat.
4.      Guru harus berperan sebagai pelatih , yang bertugas untuk melatih peserta didik dalam pembentukan kompetensi dasar ,sesuai dengan kompetensi masing – masing.
5.      Guru adalah seorang penasehat bagi peserta didik ,bahkan bagi orangtua ,meskipun mereka tidak memiliki latihan khusus sebagai penasehat dan dalam beberapa hal tidak berharap untuk menasehati orang lain. Menjadi guru pada tingkat manapun berarti menjadi penasihat dan menjadi orang kepercayaan ,kegiatan belajarpun meletakkannya pada posisi tersebut.
6.      Guru merupakan model dan teladan bagi para peserta didik dan semua orang yang menganggap dia sebagai guru. Sebagai teladan ,tentu saja pribadi dan apa yang dilakukan guru akan mendapat sorotan peserta didik serta orang dilingkungan sekitarnya yang menganggap dan mengakuinya guru.
7.      Inovator merupakan suatu pembaharuan dan pengembangan sistem ilmu pengetahuan ,jadi guru sebagai inovator dalam pembelajaran merupakan suatu usaha kegiatan untuk menjadikan siswa lebih baru dan berkembang dalam proses belajar mengajar.
8.      Guru sebagai motivator bagi siswa dimana guru harus dapat membangkitkan semangat belajar anak. Dengan motivasi akan tumbuh dorongan untuk melakukan sesuatu dalam kaitannya untuk mencapai tujuan belajar.
9.      Guru sebagai pembawa cerita, dimana guru menjadi alat untuk memberikan informasi mengenai peristiwa masa lampau maupun sekarang melalui cerita kepada peserta didiknya.
10.  Guru sebagai emancipator aitu guru seharusnya menyadari bahwa di dalam tugasnya terkandung unsur keadilan, penggugah semangat peserta didik dan penerang dalam kegelapan generasi masa depan.

B.     Rekomendasi

Untuk mahasiswa, calon guru, dan pendidik seharusnya mengetahui dan memahami peranan-peranannya dalam proses pembelajaran, agar proses pembelajaran dapat dicapai secara optimal.









DAPTAR PUSTAKA

DR. Nana Sudjana.Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. (Sinar Baru Algensindo Offset: Bandung), 1989.
Mulyasa. 2005. Menjadi Guru Profesonal. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.
Mulyasa. 2008. Menjadi Guru Profesonal. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset .
Wsina Senjaya. 2008. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar ProsesPendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Marijan. 2010. http://enewsletterdisdik.wordpress.com/2010/12/23/lima-e-sikap-guru-berkualitas/.
Muhadi, Umar. 2010. http://umarmuhadi.blogspot.com/2010/10/guru-sebagai-penulis-naskah-sutradara.html.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar