Upaya
Meningkatkan Perkembangan Bahasa pada Anak Kelompok B melalui Metode Bercerita
di
RA
AL MAHFUD
Tahun
Ajaran 2015 – 2016
Kp.
Babakan Desa : Padamukti Kec : Sukaresmi – Garut
Penelitian
Tindakan Kelas
Diajukan
untuk memenuhi salah satu tugas mandiri mata kuliah Statistik
Dosen
: Eri Satria ,MT
oleh
:
Peti
Pitriani (13230018)
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM
AL
MUSADDADIYAH GARUT
Pendidikan
guru raudhatul atfhal
Semester
6
2015-2016
KATA
PENGANTAR
Alhamdulilah
puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
karunia-Nya sehinnga saya dapat menyelesaikan PTK yang berjudul ‘’Upaya meningkatkan perkembangan bahasa
kelompok B melalui metode bercerita ‘’ ini dengan baik.
Dalam
penyusunan PTK ini,dengan kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak ,saya telah berusaha untuk dapat memberikan yang
terbaik dan sesuai dengan harapan ,walaupun didalam pembuatannya saya menghadapi
kesulitan ,karena keterbatasan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang saya miliki.
Penelitian
tindakan kelas harus di laksanakan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan
bahasa di kelompok B ini.
Oleh
karena itu pada kesempatan ini ,saya ingin mengucapkan terima kasih kepada
semua pihak yang telah memberikan dukungan dan dorongan kepada saya. Saya
menyadari bahwa dalam penulisan PTK ini terdapat banyak kekurangan ,oleh karena
itu saran dan kritik yang membangun
sangat saya butuhkan agar dapat menyempurnakannya dimasa yang akan datang
.Semoga apa yang di sajikan dalam PTK ini dapat bermanfaat bagi teman-teman dan
pihak yang berkepentingan.
Garut, Maret
2016
Penyusun
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR...................................................................................... i
DAFTAR ISI..................................................................................................... ii
ABSTRAK........................................................................................................ iii
BAB
IPENDAHULUAN
A. Latar Belakang......................................................................................... 1
B. Rumusan
Masalah................................................................................... .2
C. Tujuan...................................................................................................... 2
D. Hipotesis.................................................................................................. 2
E. Manfaat................................................................................................... 3
BAB
IIPEMBAHASAN
A. Kajian Teori................................................................................................. 4
B. Metode
Bercerita untuk meningkatkan bahasa pada anak.......................... 5
BAB III METODE PENELITIAN
A. Rancangan
Penelitian......................................................................................11 .
B. Lokasi
, Siklus Tindakan , dan Lamanya Penelitian.......................................11
C. Karakteristik
perkembangan bahasa setelah penelitian..................................14
BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Kesimpulan....................................................................................................21
B. Saran..............................................................................................................21
ABSTRAK
Keberhasilan dalam pembelajaran tidak terlepas dari cara
memberi perlakuan kepada anak. Bagi anak TK RA AL MAHFUD Kecamatan Sukaresmi mengalami
kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang di
sekitanya.Kesulitan tersebut karena anak belum terbiasa berkomunikasi
dengan orang lain. Faktor yang lain adalah anak ketika di rumah jarang di ajak
mengobrol oleh orangtuanya.. Bertolak dari masalah tersebut diperlukan cara
agar siswa dapat berani berkomunikasi lebih optimal. Melalui metode bercerita diharapkan
dapat membantu pemahaman dan sekaligus meningkatkan keaktifan siswa.
Penelitian ini dilakukan pada anak TK RA AL MAHFUD Kecamatan
Sukaresmi dengan jumlah siswa 20 orang. Guru pengamat dilibatkan untuk
mengamati aktifitas siswa dan guru. Penelitian ini dikatakan berhasil setelah
siswa mulai berani bertanya dan mau mengobrol dengan temannya serta telah
terjadi peningkatan aktifitas siswa. Metode yang digunakan pada penelitian ini
adalah metode penelitian tindakan kelas. Penelitian berlangsung dalam dua
siklus. Tiap siklus menempuh prosedur perencanaan, pelaksanaan, observasi dan
refleksi.
Dari hasil penelitian
siklus I anak yang sudah berani bertanya mulai meningkat dengan keaktifan
cukup. Sesuai hasil refleksi pada siklus I maka dilanjutkan pembelajaran pada
siklus II. Hasil tes pada siklus II anak sudah hampir semuanya berani bertanya
dan mulai berinteraksi dengan teman yang lainnya.Sesuai dengan harapan maka
penelitian ini berhasil mengoptimalkan perkembangan bahasa pada siklus II
Berdasarkan penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan
bahwa metode bercerita ,dapat meningkatkan kemampuan berbahasa pada anak usia
dini. Metode bercerita mampu meningkatkan aktifitas anak dalam belajar. Dalam
hal ini diharapkan pada setiap guru, agar metode bercerita digunakan dalam
pebelajaran bahasa pada anak.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Keberhasilan proses pembelajaran sebagai proses pendidikan
di suatu sekolah dipengaruhi oleh banyak faktor. Faktor-faktor yang dimaksud
misalnya guru, siswa, kurikulum, lingkungan sosial, dan lain-lain. Namun dari
faktor-faktor itu, guru dan siswa faktor terpenting. Pentingnya faktor guru dan
siswa tersebut dapat dirunut melalui pemahaman hakikat pembelajaran, yakni
sebagai usaha sadar guru untuk membantu siswa agar dapat belajar dengan
kebutuhan minatnya.
Bahwa pendidikan merupakan hal yang penting dalam kehidupan
manusia kiranya merupakan hal yang tak dapat dibantah. Pada kenyataanya
pendidikan telah dilaksanakan semenjak adanya manusia, hakikatnya pendidikan
merupakan serangkian peristiwa yang komplek yang melibatkan beberapa komponen
antara lain: tujuan, peserta didik, pendidik, isi/bahan cara/metode dan
situasi/lingkungan. Hubungan keenam faktor tersebut berkait satu sama lain dan
saling berhubungan dalam suatu aktifitas satu pendidikan (Hadikusumo, 1995;36).
Berdasarkan penelitian yang di lakukan di RA AL MAHFUD dapat
di temukan hal – hal sebagai berikut : 1) Anak – anak yang rata-rata nya anak
pertama di rumah tidak ada teman untuk berkomunikasi. 2) sikap orang tua yang
jarang mengajak anak mengobrol di sekolah maupun di rumah.
Berdasarkan pengamatan tersebut dapat di simpulkan bahwa
anak belum terbiasa berkomunikasi dengan orang lain.
Oleh karena itu upaya untuk mengoptimalkan perkembangan
bahasa pada kelompok B ini , kita dapat menerapkan metode bercerita pada
pembelajaran di kelas untuk mulai membiasakan agar anak dapat berkomunikasi
dengan orang lain.
B. Rumusan
Masalah
1. Bagaimana
rencana pembelajaran dengan menggunakan metode bercerita untuk meningkatkan
perkembangan bahasa pada anak di
kelompok A dan B RA AL MAHFUD ?
2. Bagaimana
pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode bercerita ?
3. Apa
saja faktor penghambat dan pendukung dalam melaksanakan pembelajaran dengan
metode bercerita ?
4. Bagaimana
hasil dari pembelajaran dengan menggunakan metode bercerita ?
C. Tujuan
Secara
umum penelitian ini di lakukan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan bahasa
pada anak di kelompok B di RA AL MAHFUD sedangkan secara khusus ialah :
1. Untuk
mengetahui rencana pembelajaran bahasa dengan menggunakan metode bercerita.
2. Untuk
mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran bahasa dengan menggunakan metode
bercerita.
3. Untuk
mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam melaksanakan
pembelajaran dengan metode bercerita.
4. Untuk
mengetahui bagaimana hasil dari pembelajaran menggunakan metode bercerita.
D. Hipotesis
Usia dini merupakan periode awal yang paling penting dan
mendasar dalam sepanjang rentang pertumbuhan serta perkembangan kehidupan
manusia. Pada masa ini ditandai oleh berbagai periode penting yang fundamen
dalam kehidupan anak selanjutnya sampai periode akhir perkembangannya. Salah
satu periode yang menjadi ciri masa usia dini adalah The Golden Ages atau
periode keemasan. periode keemasan pada masa usia dini, dimana semua potensi
anak berkembang paling cepat. Oleh karena itu jika anak pada masa ini sudah
mulai mendapatkan pembelajaran bahasa yang baik dengan metode bercerita yang di
lakukan oleh gurunya di sekolah ,maka akan sangat besar peningkatan yang di
alami oleh anak dalam bahasa . Karena pada masa ini anak akan mengalami masa
meniru baik dari ucapan maupun prilaku orang di sekitarnya. Sehingga
permasalahan bahasa yang terjadi pada anak kelompok B akan dapat di atasi
dengan metode bercerita ini dimana anak akan selalu di ajak berkomunikasi dalam
kegiatan belajar di dalam kelas oleh gurunya.
E.
Manfaat
Adapun manfaat yang dapat di peroleh
dari penelitian ini yaitu :
1. Bagi Sekolah hasil penelitian dapat
membantu meningkatkan pembinaan profesional dan supervisi kepada para guru
secara lebih efektif dan efisien.
2. Bagi para guru, hasil penelitian
dapat menjadi tolok ukur dan bahan
pertimbangan
guna melakukan pembenahan serta koreksi diri bagi pengembangan profesionalisme
dalam pelaksanaan tugas profesinya
3. Bagi orang tua dan siswa penelitian
tersebut dapat membantu meningkatkan kerja sama dalam membimbing kegiatan
proses belajar di rumah.
BAB II
LANDASAN
TEORI
A. Pengertian Perkembangan Bahasa
Perkembangan bahasa merupakan kemampuan manusia yang
paling kompleks dan mengagumkan. Kemampuan bahasa anak tidak di peroleh secara
tiba-tiba atau sekaligus, tetapi bertahap. Kemajuan berbahasa berjalan seiring
dengan perkembangan mental, fisik, intelektual dan sosialnya.
Bahasa merupakan alat komunikasi
bagi setiap orang, termasuk anak-anak. Anak dapat mengembangkan kemampuan
sosialnya (social skill) melalui berbahasa. Keterampilan bergaul dalam
lingkungan sosial dimulai dengan penguasaan kemampuan berbahasa. Melalui
bahasa, Anak dapat mengekspresikan pikirannya menggunakan bahasa sehingga orang
lain dapat menangkap apa yang dipikirkan oleh anak dan menciptakan suatu
hubungan sosial. Jadi, tidaklah mengherankan bahwa bahasa dianggap sebagai
salah satu indikator kesuksesan seorang anak.
Anak yang dianggap banyak berbicara, kadang merupakan
cerminan anak yang cerdas. Sebelum mempelajari pengetahuan lain, anak perlu menggunakan
bahasa agar dapat memahami dengan baik. Anak akan dapat mengembangkan
kemampuannya dalam bidang pengucapan bunyi, menulis, membaca yang sangat
mendukung keberaksaraan di tingkat yang lebih tinggi.
Bahasa yang pertama dikenali anak adalah bahasa ibu.
Maka dari itu pemerolehan bahasa merupakan proses yang berlangsung didalam otak
seorang anak-anak ketika ia memperoleh bahasa pertamanya atau bahasa ibunya.
Ada dua proses yang terjadi ketika anak-anak sedang memperoleh bahasa
pertamanya, yaitu:proses kompetensi (penguasaan bahasa yang berlangsung tanpa
disadari) dan proses performasi (kemampuan melahirkan kalimat-kalimat sendiri).
Berbagai pendapat tentang teori pengembangan bahasa
dikemukakan oleh para ahli. Pemahaman akan berbagai teori pengembangan bahasa
dapat memengaruhi penerapan metode implementasi terhadap pengembangan bahasa
anak, sehingga diharapkan pendidik mampu mencari dan membuat bahan pengajaran
yang sesuai dengan tingkat usia anak. Beberapa teori mengenai hal ini antara
lain:
1. Teori “Behaviorist” oleh Skinner. Teori
ini pertama kali dimunculkan oleh John B.Watson (1878-1958). Dia mengembangkan
teori Stimulus-Respons Bons yang telah diperkenalkan oleh Ivan P.Pavlov yang
berusaha untuk menunjukkan bagaimana belajar dapat mempengaruhi perilaku yang
selama ini disangka refleksif dan tidak dapat dikendalikan. (Prof. Dr.
Ratna Wilis Dahar, M.Sc, 18). Kaum behaviorisme menekankan bahwa proses
perkembangan bahasa karena adanya rangsangan yang diberikan melalui
lingkungan.
2. Teori “Nativist” oleh Chomsky”
Menurut
Chomsky sebagai penganut nativisme, bahasa hanya dapat dikuasai oleh manusia,
sedangkan binatang tidak mungkin dapat menguasai bahasa manusia.Kaum Nativis
juga berpendapat bahwa bahasa adalah bawaan genetic dari lahir dan tidak ada
pengaruh dari lingkungan
3. Teori “Constructive” oleh Piaget
Jean
Piaget (1954) menyatakan bahwa bahasa itu bukanlah suatu ciri alamiah yang
terpisah, melainkan salah satu di antara beberapa kemampuan yang berasal dari
kematangan kognitif.
B. Metode
Bercerita untuk Meningkatkan Perkembangan Bahasa
Metode bercerita merupakan salah
satu pemberian pengalaman belajar bagi anak TK dengan membawakan cerita kepada
anak secara lisan. Cerita yang di bawakan guru harus menarik ,dan mengundang
perhatian anak dan tidak lepas dari tujuan pendidikan bagi anak TK.
Bila isi cerita itu di kaitkan
dengan dunia kehidupan anak TK ,maka mereka dapat memahami isi cerita itu
,mereka akan mendengarkannya dengan penuh perhatian ,dan dengan mudah dapat
menangkap isi cerita.
Dunia kehidupan anak itu penuh
suka cita ,maka kegiatan bercerita harus diusahakan dapat memberikan perasaan
,gembira ,lucu,dan mengasyikan.
Dunia kehidupan anak itu dapat
berkaitan dengan lingkungan keluarga, sekolah ,dan luar sekolah. Kegiatan
bercerita harus di usahakan menjadi pengalaman bagi anak TK yang bersifat unik
dan menarik, yang menggetarkan perasaan anak , dan memotivasi anak untuk
mengikuti cerita itu sampai tuntas.
Ada beberapa macam teknik
bercerita yang dapat di pergunakan antara lain guru dapat membaca langsung dari
buku, menggunakan ilustrasi dan buku gambar ,menggunakan papan flanel
,menggunakan boneka , bermain peran dalam suatu cerita.
Sebelum melaksanakan kegiatan bercerita ,anak – anak
yang mengikuti kegiatan bercerita duduk di lantai mengelilingi bu guru duduk di
kursi kecil. Anak – anak itu akan mendengarkan bu guru bercerita. Sedangkan
tiga kelompok yang lain duduk di meja yang lain dengan kegiatan yang berbeda
,misalnya kelompok yang satu melakukan kegiatan menggambar ,kelompok yang satu
lagi melipat kertas , dan kelompok terakhir membentuk plastisin .Anak – anak
yang mendengarkan cerita pada gilirannya akan mengikuti kegiatan menggambar ,
melipat kertas , dan membentuk plastisin.
Dengan demikian masing –masing kelompok akan
memperoleh kesempatan melakukan kegiatan
yang sama. Oleh karena itu melalui bercerita akan timbul rasa penasaran dalam
diri anak sehingga anak berani bertanya dan anak dapat mengembangkan lagi
bahasa yang di dengarnya dengan berkomuniksi dengan orang di sekitarnya.
Mengapa teori bercerita itu ada karena sesuai dengan manfaat penggunaan metode
bercerita bagi anak TK yang telah di kemukakan .kegiatan bercerita merupakan
salah satu cara guru untuk memberi pengalaman belajar agar anak memperoleh
penguasaan isi cerita yang di sampaikan lebih baik. Melalui bercerita anak
mampu menyerap pesan – pesan yang di tuturkan melalui kegiatan
bercerita.Penuturan yang sarat informasi atau nilai – nilai itu di hayati anak
dan di terapkan dalam kehidupan sehari – hari .
Bermacam – macam nilai sosial , moral , dan agama
dapat di tanamkan melalui kegiatan bercerita . Nilai – nilai sosial yang dapat
di tanamkan kepada anak TK yakni bagaimana seharusnya sikap seseorang dalam
hidup bersama
BAB III
METODE DAN HASIL PENELITIAN
A. Rancangan
Penelitian ( cara mengumpulkan data )
Pengumpulan
data di peroleh dari data primer dimana data yang di peroleh peneliti secara
langsung ( dari tangan pertama / langsung ).
Dan
menggunakan metode observasi dimana pengumpulan data tidak
hanya mengukur sikap dari responden ( wawancara dan angket ) namun juga dapat di
gunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi ( situasi dan kondisi )
secara langsung di dalam kelas.
B. Profil
Sekolah, Siklus Tindakan dan Lamanya
Penelitian
Lokasi Penelitian
RA
AL MAHFUD terletak di kp. Babakan Cireundeu , desa padamukti , kecamatan
sukaresmi , kabupaten Garut. Dimana ada 2 rombel yang terdiri dari rombel A dan
B ,dengan di dukung oleh 4 guru yaitu 2 guru di rombel A dan 2 guru di rombel B
. Fasilitas yang di miliki RA al mahfud ialah , tempat bermain , dan kantin.
Lamanya
penelitian sekitar kurang lebih dua minggu
Berdasarkan kajian awal tersebut, maka perlu suatu
pendekatan pembelajaran yang mampu meningkatkan situasi kelas yang kondusif,
siswa terlibat aktif dalam belajar, terjadinya komunikasi dua arah.
1.
Siklus I
a.
Perencanaan
1)
Guru mempersiapkan materi yang akan diajarkan.
2)
Guru mempersiapkan alat berupa buku cerita
3)
Guru menugaskan kepada siswa untuk mendengarkan terlebih dahulu
b.
Pelaksanaan
1)
Sebelum di mulai pelajaran anak di ajak menyanyi, untuk menumbuhkan
minat belajar
2)
Anak-anak di ajak untuk memperhatikan gambar yang ada dalam buku cerita
3)
Anak-anak di ajak menceritakan kembali cerita yang telah di dengarnya tadi.
c.
Pengamatan
Pengamatan
terhadap siswa dilakukan dalam penerapan metode bercerita
1)
Pengamatan terhadap kerja keras anak untuk mengikat dan menceritakan
kembali apa yang telah di dengarnya.
2)
Perhatian anak yang sebagian belum bisa berkonsentrasi untuk mendengarkan
cerita guru
3)
Dampak perlakuan siklus I Siklus I yang diawali dengan perencanaan,
tindakaan dan pengamatan berpengaruh pada diri siswa. Pengaruh tersebut dapat
dilihat pada tingkat konsentrasi anak dalam mendengarkan cerita
d.
Refleksi siklus I
Berdasarkan
hasil pengamatan menunjukkan adanya peningkatan konsentrasi siswa meskipun ada
siswa yang kurang dalam konsentrasi . Beberapa siswa masih sibuk bermain
sendiri, bentuk pembelajaran yang diawali dengan menyanyi secara bersama-sama
menumbuhkan minat belajar yang lebih baik, namun kekurangannya adalah bila
siswa tersebut kurang suka bernyayi.
2..
Siklus II
a.
Perencanaan
1)
Guru mempersiapkan materi yang akan diajarakan.
2)
Guru mengatur kelas supaya siswa dapat mengikuti pelajaran dengan baik.
3)
Guru mempersiapkan contoh gambar untuk bercerita
b.
Pelaksanaan
1)
Siswa mengelompok berdasar kelompok masing-masing.
2)
Anak-anak diajak bernyanyi dan bermain untuk menumbuhkan minat belajar.
3)
Anak-anak menyebutkan gambar yang ada di buku cerita
4)
Anak-anak diajak mengulang nama gambar yang di lihatnya..
c.
Pengamatan
1)
Pengamatan terhadap kerja sama siswa dalam kelompok Pengamatan dilakukan
dengan melihat partisipasi siswa dalam kelompok.
2) Pengamatan
di lakukan atas kerja keras anak dalam mengingat
3)
Dampak perlakuan siklus II Siklus II diawali dengan momen refleksi
siklus I, siklus II berdampak pada diri siswa yaitu dengan adanya peningkatan konsentrasi
Hal tersebut dikarenakan semakin antusiasnya siswa dalam mengikuti pelajaran.
d.
Refleksi
Pengamatan yang dilakukan pada
siklus II yaitu partisipasi siswa terhadap kelompok menunjukkan bahwa
partisipasi siswa dalam kelompok sudah bagus, meskipun masih ada satu orang
siswa yang kurang dalam partisipasi kelompok
C. KARAKTERISTIK
PERKEMBANGAN BAHASA
Berdasarkan
hasil penelitian di RA AL MAHFUD, Kp.Babakan Cireundeu RT 01/ RW 01 mengenai perkembangan bahasa
pada anak usia 5 dan 6 tahun adalah sebagai berikut :Nama siswa , jenis kelamin
, dan usia
|
no
|
Nama Siswa
|
Jenis Kelamin
|
Usia
|
|
1
|
Agil Maulana
|
L
|
5
|
|
2
|
Aldika Abdul Fatah
|
L
|
5
|
|
3
|
Arpi
|
L
|
5
|
|
4
|
Halsa
|
P
|
5
|
|
5
|
Helmi
|
P
|
5
|
|
6
|
Husni
|
L
|
5
|
|
7
|
Kamila Cahyani
|
P
|
5
|
|
8
|
Muhamad Dafa
|
L
|
5
|
|
9
|
Muhamad Rifki
|
L
|
6
|
|
10
|
Najwa
|
P
|
6
|
|
11
|
Nursyifa Adila
|
P
|
6
|
|
12
|
Raisa
|
P
|
6
|
|
13
|
Salsa Nabila
|
P
|
6
|
|
14
|
Siti Kilma Fauziah
|
P
|
6
|
|
15
|
Tasya
|
P
|
6
|
|
16
|
Tiara
|
P
|
6
|
|
17
|
Yesa Aulia Putri
|
P
|
6
|
|
18
|
Dahlia
|
P
|
6
|
|
19
|
Dea Mardiyah
|
P
|
6
|
|
20
|
Dikri Abdul Aziz
|
L
|
6
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
1. Perbandingan
anatara siswa laki-laki dan perempuan di RA AL MAHFUD
|
Jenis Kelamin
|
|
|
|
Laki-Laki
|
7
|
35%
|
|
Perempuan
|
13
|
65%
|
|
Jumlah
|
20
|
100%
|
Tabel
1.1
2. Perbandingan
antara siswa laki-laki dan perempuan yang berusia 5 tahun dan 6 tahun
|
Jenis kelamin
|
5 tahun
|
6 tahun
|
|
Laki-laki
|
25%
|
10%
|
|
Perempuan
|
15%
|
50%
|
|
Jumlah
|
20
|
|
|
5
|
2
|
|
|
3
|
10
|
Tabel
1.2
3. Perbandingan
antara siswa laki-laki dan perempuan usia 5 tahun dan perkembangan bahasa yang
di capai anak
|
usia
|
|
laki-laki
|
|
|
perempuan
|
|
|
|
aktif
|
sedang
|
pasif
|
aktip
|
sedang
|
pasif
|
|
5 tahun
|
2
|
1
|
2
|
2
|
1
|
0
|
Tabel
1.3
4. Perbandingan
antara siswa laki-laki dan perempuan ,usia 6 tahun dan perkembangan bahasa yang
di capai anak
|
Usia
|
|
laki-laki
|
|
|
|
perempuan
|
|
|
|
aktif
|
sedang
|
|
pasif
|
aktip
|
sedang
|
pasif
|
|
6 tahun
|
1
|
|
|
0
|
7
|
2
|
1
|
Tabel
1.4
5.
Perbandingan
antara siswa laki-laki usia 5 dan 6 tahun serta perkembangan bahasa yang dicapainya
|
usia
|
|
laki-laki
|
|
|
|
|
aktif
|
sedang
|
|
pasif
|
|
5 tahun
|
2
|
1
|
|
2
|
|
6 tahun
|
1
|
1
|
|
0
|
Tabel
1.5
6. Perbandingan
antara siswa perempuan usia 5 dan 6 tahun serta perkembangan bahasa yang
dicapainya
|
usia
|
|
perempuan
|
|
|
|
aktip
|
sedang
|
pasif
|
|
5 tahun
|
2
|
1
|
0
|
|
6 tahun
|
7
|
2
|
1
|
Tabel
1.6
7.Akumulasi dari semua jumlah siswa
menurut jenis kelamin ,usia ,dan perkembangan bahasa yang dicapainya
|
usia
|
|
laki-laki
|
|
|
perempuan
|
|
|
|
aktif
|
sedang
|
pasif
|
aktip
|
sedang
|
pasif
|
|
5 tahun
|
2
|
1
|
2
|
2
|
1
|
0
|
|
6 tahun
|
1
|
1
|
0
|
7
|
2
|
1
|
7.
Tabel
1.7
D. PERKEMBANGAN
BAHASA ANAK USIA 5 DAN 6 TAHUN DI RA AL MAHFUD
Bahasa merupakan sarana yang paling
penting dalam komunikasi manusia. Bahasa bersifat unik sekaligus bersifat
universal bagi manusia. Dalam kenyataan kegiatan sehari-hari kita amati bahwa
hanya manusialah yang mampu menggunakan komunikasi verbal dan kita amati pula
bahwa manusia mampu mempelajarinya. Inilah yang menyebabkan tingkah laku
manusia secar esensial berbeda dengan tingkah laku hewan. Tingkah laku bahasa
adalah satu diantara bentuk yang paling member pada tingkah laku insani.
Tingkah insane ini tergambar dengan suasana adanya pengiriman dan penerima.
Penerima bias dalam bentuk pendengar atau pembaca. Jadi, keterampilan yang
harus di miliki anank mencakup 4 keterampilan berbahasa yaitu menyimak atau
mendengarkan, berbicara, menulis, dan membaca.
Keterampilan berbahasa tidak di
kuasai dengan sendirinya oleh anak. Akan tetapi, keterampilan berbahasa akan di
peroleh melalui proses pembelajaran atau memerlukan upaya pengembangan.Bahasa
merupakan alat komunikasi yang digunakan sehari-hari oleh manusia ,dengan
adanya komunikasi maka kita akan dapat berinteraksi dengan orang lain. Bahasa
juga merupakan lambang dari sebua negara. Maka dari itu bahasa harus di
kembangkan dengan seoptimal munkin baik di lembaga sekolah maupun lingkungan
sekitar. Faktor yang menjadi penghambat kurang berkembangnya bahasa pada anak
usia 5 tahun adalah karna belum terbiasanya anak dalam berkomunikasi dengan
orang lain. Sedangkan pada usia 6 tahun anak masih merasa malu untuk
berinteraksi dengan oranglain.
Dapat
disimpulkan bahwa perkembangan bahasa pada siswa di RA AL MAHFUD cukup bagus
untuk jumlah siswa dari keseluruh
BAB IV
KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang di
lakukan di RA AL MAHFUD dapat di simpulkan bahwa anak – anak kurang dapat
berkomunikasi dengan baik karena belum terbiasa berbicara dengan orang yang
baru dikenalnya dan di lingkungan sekitarnya . Dengan metode bercerita yang di
lakukan guru dalam penelitian bahwa ada peningkatan dalam berbahasa pada anak ,
dimana anak sudah bisa mengungkapkan apa yang di lihat dan di ingatnya. Dengan
konsentrasi anak yang tinggi dan cerita serta gambar yang di perlihatkan
menarik anak, maka akan mampu memunculkan rasa penasaran dalam diri anak yang
akhirnya anak mulai berani untuk bertanya kepada guru. Sehingga metode cerita
ini dapat meningkatkan bahasa pada anak usia dini.
SARAN
Sebagai
guru kita harus pandai dalam menarik minat belajar pada anak dengan menyajikan
pembelajaran yang menarik dan unik untuk anak , sehingga akan tumbuh minat
belajar dalam diri anak dengan sendirinya.
Dan
sebagai orangtua kita harus dapat mengembangkan bahasa anak dengan di mulai
dari hal yang terkecil yaitu dengan selalu mengajak anak kita untuk mengobrol ,
sehingga kosakata anak bertambah setiap harinya ,dengan begitu anak akan mulai
percaya diri untuk berkomunikasi dengan orang lain
BAB V
DAFTAR PUSTAKA
1. Rita kurnia. 2009. Metodologi pengembangan bahasa anak usia
dini. Cendikia insani. Pekanbaru.
2. Martini Jamaris. 2006. Perkembangan dan pengembangan anak usia
taman kanak-kanak. Grasindo. Jakarta.
3. Wilson. 2009. Konsep dasar pendidikan anak usia dini. FKIP UNRI. Pekanbaru.