BAB
I
PENDAHULUAN
1 Latar Belakang
Dalam
kehidupan anak ada dua proses yang beroperasi secara kontinu, yaitu pertumbuhan
dan perkembangan. Banyak orang yang menggunakan istilah “pertumbuhan” dan
“perkembangan” secara bergantian. Kedua proses ini berlangsung secara
interdependensi, artinya saling bergantung satu sama lain.
Kedua
proses ini tidak bisa dipisahkan dalam bentuk-bentuk yang secara pilah berdiri
sendiri-sendiri; akan tetapi bias dibedakan untuk maksud lebih memperjelas
penggunaannya. Dalam hal ini kedua
proses tersebut memiliki tahapan-tahapan diantaranya tahap secara moral dan
spiritual. Karena pertumbuhan dan perkembangan peserta didik dilihat dari
tahapan tersebut memiliki kesinambungan yang begitu erat dan penting untuk
dibahas maka kita meguraikannya dalam bentuk struktur yang jelas baik dari segi
teori sampai kaitannya dengan pengaruh yang ditimbulkan.
Pertumbuhan
berkaitan dengan masalah perubahan dalam ukuran fisik seseorang.Sedangkan
perkembangan berkaitan dengan pematangan dan penambahan kemampuan fungsi organ.
Kedua proses ini terjadi secara bersamaan pada setiap individu (Kissanti,
2008).
Aspek
tumbuh kembang merupakan aspek yang menjelaskan mengenai proses pembentukan
seseorang, baik secara fisik maupun psikososial. Namun sebagian orang tua belum
memahami hal ini, terutama orang tua yang mempunyai tingkat pendidikan dan
sosial ekonomi yang sangat rendah. Mereka menganggap bahwa selama anak tidak
sakit, berarti anak tidak mengalami masalah kesehatan termasuk pertumbuhan dan
perkembangan anak tersebut. Sering juga para orang tua mempunyai pemahaman bahwa
pertumbuhan dan perkembangan mempunyai pengertian yang sama (Nursalam, 2005).
Mengetahui
dan memahami tumbuh kembang anak tidak hanya melihat dari satu aspek saja,
pemberian nutrisi atau gizi pada anak, tetapi lebih dari itu tumbuh kembang
anak juga harus dilihat dari aspek faktor keturunan, kejiwaan, aturan dalam
keluarga dan proses pembelajaran termasuk didalamnya pendidikan keluarga
(Sunartyo, 2008).
Orang
tua juga perlu memperhatikan sejumlah perkembangan motorik halus dan motorik
kasar anak, serta sosialisasi dan bahasa anak dalam periode emas mereka.
Gerak-gerik anak seperti menyusun menara kubus adalah salah satu gejala
perkembangan motorik halusnya. Biasanya pada usia dua tahun, gerakan-gerakan
tersebut dan kecerdasan anak dalam perkembangan sosialisasi mulai
diperlihatkan. Satu perkembangan penting lainnya adalah kemampuan berbicara dan
menunjuk gambar (Enterprises, 2008).
2.Rumusan
Masalah
1.Berapa nilai rata-rata ,nilai tengah ,nilai
yang sering muncul ,nilai minimum ,nilai maksimum,dan selisih dari nilai
minimum dan maksimum dari berat badan siswa-siswi RA AL MAHFUD semester 1 ?
2.
Berapa nilai rata-rata ,nilai tengah ,nilai yang sering muncul ,nilai minimum
,nilai maksimum,dan selisih dari nilai minimum dan maksimum dari tinggi badan siswa-siswi RA AL MAHFUD semester 1 ?
3.
Tujuan
1.
Untuk mengetahui nilai rata-rata ,nilai
tengah ,nilai yang sering muncul ,nilai minimum ,nilai maksimum,dan selisih
dari nilai minimum dan maksimum dari berat badan siswa-siswi RA AL MAHFUD
semester 1 .
2.
. Untuk mengetahui nilai rata-rata
,nilai tengah ,nilai yang sering muncul ,nilai minimum ,nilai maksimum,dan
selisih dari nilai minimum dan maksimum dari tinggi badan siswa-siswi RA AL MAHFUD semester 1 .
BAB
II
PEMBAHASAN
1. BERAT
BADAN
Fisik atau tubuh manusia merupakan system organ yang
kompleks dan sangat mengagumkan yang dapat di lihat dengan panca indera manusia
daru luar. Semua organ ini terbentuk pada periode prenatal (dalam kandungan
ibu). Pengenalan fisik Anak Usia Dini merupakan salah satu materi yang penting
kita bahas dalam perkuliahan ini karena keterkaitan aspek fisik Anak Usia Dini
menjadi hal penting dalam kelancaran proses pembelajaran di dalam suatu
instansi Pendidikan Anak Usia Dini.
Perkembangan fisik adalah perkembangan-perkembangan
dimana keterampilan motorik kasar dan halus sangat berkembang pesat.
Penampilan, proporsi tubuh, berat, panjang badan dan keterampilan yang mereka
miliki. Dengan bertambahnya usia, perbandingan antar bagian tubuh, akan
berubah. letak grativitas makin berada dibawah tubuh; dengan demikian bagi anak
yang makin berkembang usianya, keseimbangan tersebut ada di tungkai bagian
bawah
Berat
badan adalah ukuran yang lazim atau sering dipakai untuk menilai keadaan suatu
gizi manusia.
Menurut Cipto Surono dalam Mabella 2000 : 10,
mengatakan bahwa berat badan adalah ukuran tubuh dalam sisi beratnya yang
ditimbang dalam keadaan berpakaian minimal tanpa perlengkapan apapun. Berat
badan diukur dengan alat ukur berat badan dengan suatu satuan kilogram. Dengan
mengetahui berat badan seseorang maka kita akan dapat memperkirakan tingkat
kesehatan atau gizi seseorang. Berat badan dianjurkan untuk mengukur keadaan
gizi karma
2.
Faktor-faktor yang mempengaruhi berat badan
Beberapa yang mempengaruhi berat badan adalah salah
satunya makanan dan minuman. Dalam sehari kita membutuhkan gizi lengkap seperti
:
1.Karbohidrat
2.Lemak
3.Protein
4.Vitamin
dan mineral
Rumus
Berat badan menurut umur (Soetjiningsih 1995, p.20) :
a.
3–12 bulan :
Umur
(Bulan ) + 9
b.
1–6 tahun :
Umur
(tahun) x 2 + 8
c.
6–12tahun :
Umur
(Tahun) x7 – 5
2.TINGGI
BADAN
Pengukuran tinggi badan digunakan untuk menilai
status perbaikan gizi. Pengukuran ini dapat dilakukan dengan sangat mudah dalam
menilai gangguan pertumbuhan dan perkembangan.
Tinggi Badan merupakan antropometri yang
menggambarkan keadaan pertumbuhan skeletal. Pada keadaan normal, tinggi badan
tumbuh seiring dengan pertambahan umur. Pertumbuhan tinggi badan tidak seperti
berat badan, relatif kurang sensitif pada masalah kekurangan gizi dalam waktu
singkat. Pengaruh defisiensi zat gizi terhadap tinggi badan akan nampak dalam
waktu yang relatif lama.
Tinggi Badan (TB) merupakan parameter paling penting
bagi keadaan yang telah lalu dan keadaan sekarang, jika umur tidak diketahui
dengan tepat. Tinggi badan juga merupakan ukuran kedua yang penting, karena
dengan menghubungkan berat badan terhadap tinggi badan (quac stick) faktor umur
dapat dikesampingkan.Tinggi badan untuk anak kurang dari 2 tahun sering disebut
dengan panjang badan. Saat baru lahir, panjang badan normal bayi adalah sekitar
45 cm-55 cm, Pada usia 0-3 bulan, panjang badan (PB) bayi normalnya mencapai 55
cm-60 cm, dengan kenaikan tiap bulannya yang tidak terlalu signifikan.
Pada usia 3-6 bulan, PB bayi normalnya mencapai 60,5
cm-65 cm. Kenaikan pada 3 bulan kedua ini cukup signifikan. Pada usia 6-9
bulan, PB si kecil normalnya sekitar 65 cm-71 cm, dengan kenaikan yang sangat
signifikan pada 3 bulan ketiga ini. Hal ini disebabkan karena otot-otot
penopang tubuh si kecil yang sudah mulai terstimulasi dengan semakin banyaknya
gerakan yang dihasilkan serta jenis makanan yang sudah mulai beragam sehingga
membantu proses pertumbuhan tulangnya.Pada usia 9-12 bulan, PB si kecil
normalnya sekitar 71 cm-75 cm.
BAB III
DATA BERAT DAN TINGGI BADAN
SISWA RA AL MAHFUD
Kec Sukaresmi Kab Garut
Tabel
data berat dan tinggi badan siswa RA AL MAHFUD semester 1
no
|
nama
|
berat badan
|
tinggi badan
|
1
|
sinta
|
17
|
110
|
2
|
faris
|
19
|
108
|
3
|
aulia
|
20
|
115
|
4
|
fani
|
18
|
111
|
5
|
intan
|
18
|
107
|
6
|
azam
|
17
|
109
|
7
|
amel
|
17
|
106
|
8
|
riki
|
17
|
105
|
9
|
tiara
|
20
|
117
|
10
|
Farhan
|
18
|
106
|
11
|
yesa
|
18
|
108
|
12
|
alif
|
16
|
113
|
13
|
raisa
|
15
|
100
|
14
|
ismi
|
15
|
102
|
15
|
kikim
|
14
|
103
|
16
|
nabila
|
16
|
109
|
17
|
najwa
|
17
|
107
|
18
|
akbar
|
18
|
106
|
19
|
kilma
|
16
|
105
|
20
|
erika
|
15
|
100
|
1.
BERAT BADAN
Persentase
berat badan dalam bentuk grafik siswa RA AL MAHFUD semester 1
Berdasarkan dari data
berat badan siswa RA AL MAHFUD Semester I yang telah diurutkan dari yang
terkecil ke yang terbesar, dapat kita ketahui bahwa :
DATA : 14, 15 ,15, 15, 16, 16 ,16, 17, 17 ,17 ,17 ,17 ,17, 18 ,18 ,18 ,18
,19 ,20 ,20
a. Jumlah data : 20
b. Jumlah nilai dari semua data : 340
c. Median (Nilai tengah) : 17
d. Modus (Nilai yang sering muncul) : 17
e. Rata-rata : (340 : 20) = 17
f. Nilai maksimal : 20
g. Nilai minimal : 14
h. Range (selisih antara nilai maksimal dan minimal) : 6
Nilai maksimal – Nilai minimal
20 – 14 = 6
b. Jumlah nilai dari semua data : 340
c. Median (Nilai tengah) : 17
d. Modus (Nilai yang sering muncul) : 17
e. Rata-rata : (340 : 20) = 17
f. Nilai maksimal : 20
g. Nilai minimal : 14
h. Range (selisih antara nilai maksimal dan minimal) : 6
Nilai maksimal – Nilai minimal
20 – 14 = 6
2. TINGGI BADAN
Persentase tinggi badan dalam bentuk grafik siswa RA
AL MAHFUD semester 1
Berdasarkan dari data
tinggi badan siswa RA AL MAHFUD yang telah diurutkan dari yang terkecil ke yang
terbesar, dapat kita ketahui bahwa :
Data : 100 ,100 ,102
,103 ,105 ,105 ,106 ,106 ,106 ,107 ,107 ,108 ,108 ,109 ,109, 110 ,111 ,113 ,115,117
a. Jumlah data : 20
b. Jumlah nilai dari semua data : 2147
c. Median (Nilai tengah) : 107
d. Modus (Nilai yang sering muncul) : 106
e. Rata-rata : (2147 : 20) = 107,35
f. Nilai maksimal : 117
g. Nilai minimal : 100
h. Range (selisih antara nilai maksimal dan minimal) : 17
Nilai maksimal – Nilai minimal
117 – 100 = 17
b. Jumlah nilai dari semua data : 2147
c. Median (Nilai tengah) : 107
d. Modus (Nilai yang sering muncul) : 106
e. Rata-rata : (2147 : 20) = 107,35
f. Nilai maksimal : 117
g. Nilai minimal : 100
h. Range (selisih antara nilai maksimal dan minimal) : 17
Nilai maksimal – Nilai minimal
117 – 100 = 17
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Data berat badan siswa RA AL MAHFUD Semester I
1. Data berat badan siswa RA AL MAHFUD Semester I
Data
berat badan yang terkumpul sebanyak 20, dari 21 data tersebut dapat diketahui
bahwa nilai tengahnya adalah 17, nilai yang sering muncul adalah 17, nilai minimal
adalah 14, nilai maksimal adalah 20, selisih antara nilai maksimal dan minimal
adalah 6, dan untuk rata-ratanya adalah 17.
2. Data
tinggi badan siswa RA AL MAHFUD Semester I
Data
berat badan yang terkumpul sebanyak 20, dari 20 data tersebut dapat diketahui
bahwa nilai tengahnya adalah 107, nilai yang sering muncul adalah 106, nilai
minimal adalah 100, nilai maksimal adalah 117, selisih antara nilai maksimal
dan minimal adalah 17, dan untuk rata-ratanya adalah 107,35.
DAFTAR PUSTAKA
A.Markum,
A.H. 1991. Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia.