Senin, 28 Maret 2016

Tugas Statistik 2 : Pengukuran berat dan tinggi badan anak usia dini di RA AL MAHFUD

BAB I
PENDAHULUAN

1    Latar Belakang
Dalam kehidupan anak ada dua proses yang beroperasi secara kontinu, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Banyak orang yang menggunakan istilah “pertumbuhan” dan “perkembangan” secara bergantian. Kedua proses ini berlangsung secara interdependensi, artinya saling bergantung satu sama lain. 
Kedua proses ini tidak bisa dipisahkan dalam bentuk-bentuk yang secara pilah berdiri sendiri-sendiri; akan tetapi bias dibedakan untuk maksud lebih memperjelas penggunaannya.   Dalam hal ini kedua proses tersebut memiliki tahapan-tahapan diantaranya tahap secara moral dan spiritual. Karena pertumbuhan dan perkembangan peserta didik dilihat dari tahapan tersebut memiliki kesinambungan yang begitu erat dan penting untuk dibahas maka kita meguraikannya dalam bentuk struktur yang jelas baik dari segi teori sampai kaitannya dengan pengaruh yang ditimbulkan. 
Pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan dalam ukuran fisik seseorang.Sedangkan perkembangan berkaitan dengan pematangan dan penambahan kemampuan fungsi organ. Kedua proses ini terjadi secara bersamaan pada setiap individu (Kissanti, 2008).
Aspek tumbuh kembang merupakan aspek yang menjelaskan mengenai proses pembentukan seseorang, baik secara fisik maupun psikososial. Namun sebagian orang tua belum memahami hal ini, terutama orang tua yang mempunyai tingkat pendidikan dan sosial ekonomi yang sangat rendah. Mereka menganggap bahwa selama anak tidak sakit, berarti anak tidak mengalami masalah kesehatan termasuk pertumbuhan dan perkembangan anak tersebut. Sering juga para orang tua mempunyai pemahaman bahwa pertumbuhan dan perkembangan mempunyai pengertian yang sama (Nursalam, 2005).
Mengetahui dan memahami tumbuh kembang anak tidak hanya melihat dari satu aspek saja, pemberian nutrisi atau gizi pada anak, tetapi lebih dari itu tumbuh kembang anak juga harus dilihat dari aspek faktor keturunan, kejiwaan, aturan dalam keluarga dan proses pembelajaran termasuk didalamnya pendidikan keluarga (Sunartyo, 2008).
Orang tua juga perlu memperhatikan sejumlah perkembangan motorik halus dan motorik kasar anak, serta sosialisasi dan bahasa anak dalam periode emas mereka. Gerak-gerik anak seperti menyusun menara kubus adalah salah satu gejala perkembangan motorik halusnya. Biasanya pada usia dua tahun, gerakan-gerakan tersebut dan kecerdasan anak dalam perkembangan sosialisasi mulai diperlihatkan. Satu perkembangan penting lainnya adalah kemampuan berbicara dan menunjuk gambar (Enterprises, 2008).
2.Rumusan Masalah
 1.Berapa nilai rata-rata ,nilai tengah ,nilai yang sering muncul ,nilai minimum ,nilai maksimum,dan selisih dari nilai minimum dan maksimum dari berat badan siswa-siswi RA AL MAHFUD semester  1 ?
2. Berapa nilai rata-rata ,nilai tengah ,nilai yang sering muncul ,nilai minimum ,nilai maksimum,dan selisih dari nilai minimum dan maksimum dari tinggi  badan siswa-siswi  RA AL MAHFUD semester  1 ?
3. Tujuan
            1. Untuk mengetahui  nilai rata-rata ,nilai tengah ,nilai yang sering muncul ,nilai minimum ,nilai maksimum,dan selisih dari nilai minimum dan maksimum dari berat badan siswa-siswi RA AL MAHFUD semester  1 .
2. . Untuk mengetahui  nilai rata-rata ,nilai tengah ,nilai yang sering muncul ,nilai minimum ,nilai maksimum,dan selisih dari nilai minimum dan maksimum dari tinggi  badan siswa-siswi RA AL MAHFUD semester  1 .

BAB II
PEMBAHASAN
1.      BERAT BADAN
Fisik atau tubuh manusia merupakan system organ yang kompleks dan sangat mengagumkan yang dapat di lihat dengan panca indera manusia daru luar. Semua organ ini terbentuk pada periode prenatal (dalam kandungan ibu). Pengenalan fisik Anak Usia Dini merupakan salah satu materi yang penting kita bahas dalam perkuliahan ini karena keterkaitan aspek fisik Anak Usia Dini menjadi hal penting dalam kelancaran proses pembelajaran di dalam suatu instansi Pendidikan Anak Usia Dini.
Perkembangan fisik adalah perkembangan-perkembangan dimana keterampilan motorik kasar dan halus sangat berkembang pesat. Penampilan, proporsi tubuh, berat, panjang badan dan keterampilan yang mereka miliki. Dengan bertambahnya usia, perbandingan antar bagian tubuh, akan berubah. letak grativitas makin berada dibawah tubuh; dengan demikian bagi anak yang makin berkembang usianya, keseimbangan tersebut ada di tungkai bagian bawah
Berat badan adalah ukuran yang lazim atau sering dipakai untuk menilai keadaan suatu gizi manusia.
Menurut Cipto Surono dalam Mabella 2000 : 10, mengatakan bahwa berat badan adalah ukuran tubuh dalam sisi beratnya yang ditimbang dalam keadaan berpakaian minimal tanpa perlengkapan apapun. Berat badan diukur dengan alat ukur berat badan dengan suatu satuan kilogram. Dengan mengetahui berat badan seseorang maka kita akan dapat memperkirakan tingkat kesehatan atau gizi seseorang. Berat badan dianjurkan untuk mengukur keadaan gizi karma

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi berat badan
Beberapa yang mempengaruhi berat badan adalah salah satunya makanan dan minuman. Dalam sehari kita membutuhkan gizi lengkap seperti :
1.Karbohidrat
2.Lemak
3.Protein
4.Vitamin dan mineral
Rumus Berat badan menurut umur (Soetjiningsih 1995, p.20) :
a. 3–12 bulan :
Umur (Bulan ) + 9
b. 1–6 tahun :
Umur (tahun) x 2 + 8
c. 6–12tahun :
Umur (Tahun) x7 – 5

2.TINGGI BADAN

Pengukuran tinggi badan digunakan untuk menilai status perbaikan gizi. Pengukuran ini dapat dilakukan dengan sangat mudah dalam menilai gangguan pertumbuhan dan perkembangan.
Tinggi Badan merupakan antropometri yang menggambarkan keadaan pertumbuhan skeletal. Pada keadaan normal, tinggi badan tumbuh seiring dengan pertambahan umur. Pertumbuhan tinggi badan tidak seperti berat badan, relatif kurang sensitif pada masalah kekurangan gizi dalam waktu singkat. Pengaruh defisiensi zat gizi terhadap tinggi badan akan nampak dalam waktu yang relatif lama.
Tinggi Badan (TB) merupakan parameter paling penting bagi keadaan yang telah lalu dan keadaan sekarang, jika umur tidak diketahui dengan tepat. Tinggi badan juga merupakan ukuran kedua yang penting, karena dengan menghubungkan berat badan terhadap tinggi badan (quac stick) faktor umur dapat dikesampingkan.Tinggi badan untuk anak kurang dari 2 tahun sering disebut dengan panjang badan. Saat baru lahir, panjang badan normal bayi adalah sekitar 45 cm-55 cm, Pada usia 0-3 bulan, panjang badan (PB) bayi normalnya mencapai 55 cm-60 cm, dengan kenaikan tiap bulannya yang tidak terlalu signifikan.
Pada usia 3-6 bulan, PB bayi normalnya mencapai 60,5 cm-65 cm. Kenaikan pada 3 bulan kedua ini cukup signifikan. Pada usia 6-9 bulan, PB si kecil normalnya sekitar 65 cm-71 cm, dengan kenaikan yang sangat signifikan pada 3 bulan ketiga ini. Hal ini disebabkan karena otot-otot penopang tubuh si kecil yang sudah mulai terstimulasi dengan semakin banyaknya gerakan yang dihasilkan serta jenis makanan yang sudah mulai beragam sehingga membantu proses pertumbuhan tulangnya.Pada usia 9-12 bulan, PB si kecil normalnya sekitar 71 cm-75 cm.


BAB III
DATA BERAT DAN TINGGI BADAN
SISWA RA AL MAHFUD
Kec Sukaresmi Kab Garut
Tabel data berat dan tinggi badan siswa RA AL MAHFUD semester  1
no
nama
berat badan
tinggi badan
1
sinta
17
110
2
faris
19
108
3
aulia
20
115
4
fani
18
111
5
intan
18
107
6
azam
17
109
7
amel
17
106
8
riki
17
105
9
tiara
20
117
10
Farhan
18
106
11
yesa
18
108
12
alif
16
113
13
raisa
15
100
14
ismi
15
102
15
kikim
14
103
16
nabila
16
109
17
najwa
17
107
18
akbar
18
106
19
kilma
16
105
20
erika
15
100


1.      BERAT BADAN

Persentase berat badan dalam bentuk grafik siswa RA AL MAHFUD semester 1





Berdasarkan dari data berat badan siswa RA AL MAHFUD Semester I yang telah diurutkan dari yang terkecil ke yang terbesar, dapat kita ketahui bahwa :

DATA : 14, 15 ,15, 15, 16, 16 ,16, 17, 17 ,17 ,17 ,17 ,17, 18 ,18 ,18 ,18 ,19 ,20 ,20

a. Jumlah data : 20
b. Jumlah nilai dari semua data : 340
c. Median (Nilai tengah) : 17
d. Modus (Nilai yang sering muncul) : 17
e. Rata-rata : (340 : 20) = 17
f. Nilai maksimal : 20
g. Nilai minimal : 14
h. Range (selisih antara nilai maksimal dan minimal) : 6
Nilai maksimal – Nilai minimal
20 – 14 = 6

2. TINGGI BADAN
Persentase tinggi badan dalam bentuk grafik siswa RA AL MAHFUD semester 1

Berdasarkan dari data tinggi badan siswa RA AL MAHFUD yang telah diurutkan dari yang terkecil ke yang terbesar, dapat kita ketahui bahwa :

Data : 100 ,100 ,102 ,103 ,105 ,105 ,106 ,106 ,106 ,107 ,107 ,108 ,108 ,109 ,109, 110 ,111 ,113 ,115,117


a. Jumlah data : 20
b. Jumlah nilai dari semua data : 2147
c. Median (Nilai tengah) : 107
d. Modus (Nilai yang sering muncul) : 106
e. Rata-rata : (2147 : 20) = 107,35
f. Nilai maksimal : 117
g. Nilai minimal : 100
h. Range (selisih antara nilai maksimal dan minimal) : 17
Nilai maksimal – Nilai minimal
117 – 100 = 17


BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Data berat badan siswa RA AL MAHFUD Semester I

Data berat badan yang terkumpul sebanyak 20, dari 21 data tersebut dapat diketahui bahwa nilai tengahnya adalah 17, nilai yang sering muncul adalah 17, nilai minimal adalah 14, nilai maksimal adalah 20, selisih antara nilai maksimal dan minimal adalah 6, dan untuk rata-ratanya adalah 17.

2. Data tinggi badan siswa RA AL MAHFUD Semester I

Data berat badan yang terkumpul sebanyak 20, dari 20 data tersebut dapat diketahui bahwa nilai tengahnya adalah 107, nilai yang sering muncul adalah 106, nilai minimal adalah 100, nilai maksimal adalah 117, selisih antara nilai maksimal dan minimal adalah 17, dan untuk rata-ratanya adalah 107,35. 


DAFTAR PUSTAKA


A.Markum, A.H. 1991. Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.